Wartawan Harus Ikut Melawan Pemberitaan Hoax Pilkada

PWI : Para awak media mengikuti Pendidikan Politik bagi Elemen Masyarakat Provinsi Jawa Tengah di Hote Ning Tidar Mertoyudan Kabupaten Magelang untuk ikut antisipasi pemberitaan hoax (25/4)--(Foto--bsn)

PWI : Para awak media mengikuti Pendidikan Politik bagi Elemen Masyarakat Provinsi Jawa Tengah di Hote Ning Tidar Mertoyudan Kabupaten Magelang untuk ikut antisipasi pemberitaan hoax (25/4)--(Foto--bsn)

BNews—MERTOYUDAN—Saat ini penyebaran berita hoax tidak hanya melalui mulut ke mulut maupun media social. Namun muncul media media lain berlatar belakangkan media berita atau sering kita sebut media maensteram.

 

Oleh sebab itu Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah berkerja sama dengan Kesbangpol Jateng dan Polda Jawa Tengah menggelah Pendidikan Politik bagi Elemen Masyarakat Provinsi Jawa Tengah di Hote Ning Tidar Mertoyudan Kabupaten Magelang pagi tadi (25/4). Acara ini diikuti beberapa awak media yang tergabung dalam PWI Kabupaten Magelang, PWI Kota Magelang dan PWI Kabupaten Temanggung.

 

Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah, Isdiyanto Isman dalam penyampaian materinya hal ini terkait semakin maraknya berita hoax dalam tahun politik ini.

 

“Biasanya hal Ini menunjukkan penyebaran berita bohong atau hoax kini tidak hanya dilakukan oleh pihak yang tidak paham aturan, tetapi juga mulai sengaja dilakukan dengan memanfaatkan ilmu jurnalistik untuk kepentingan tertentu,” katanya.

 

“Saya juga menegaskan bahwa media massa memilik kekuatan untuk mendukung pemilihan kepala daerah yang saat ini sudah sampai tahapan kampanye, pemberitaan yang belum tentu benarnya ini bertujuan membentuk opini public demi kepentingan sepihak.Padahal harusnya media massa saat ini harus berperan aktif dalam mengawal proses demokrasi agar berjalan dengan baik bukan sebaliknya,” tegasnya.

 

“Saya ingatkan kembali kepada seluruh rekan-rekan media untuk lebih memperhatikan Undang-Undang Pers serta kode etik Wartawan Indonesia, sebenarnya tidak hanya wartawan saja karena saat ini banyak pelaku penyebar hoax adalah masyarakat umum yang tidak paham etika jurnalistik,” paparnya.

 

Sementara Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Magelang, Afifudin yang hadir juga sebagai pemateri menyampaikan agar wartawan harus bersikap objektif dalam penulisan para calon kepala daerah yang berlaga dalam Pilkada. “Dengan harapan agar masyarakat atau calon pemilih mendapatkan informasi terkait calonnya,” katanya.


 

“Hal itu nantinya sangat membantu masyarakat dalam menentukan pilihan, karena melalui media yang pemberitaan berimbang terhadapa calon entah itu berupa profil, program ataupu lainnya maka masyarakat bisa membandingkan sehingga mampu menentukan pilihannya karena hal itu secara tidak langsung membantu sosialisai,”pungkasnya.(bsn)

error: Content is protected !!