Wow…Anggaran Nganggur di Pemkab Magelang Capai Rp 457,5 M

0
99

BNews–MUNGKID– Anggaran tak terpakai di Pemkab Magelang tahun 2016 masih cukup besar. Jumlahnya mencapai Rp 457 miliar lebih. Anggaran tersebut seharusnya bisa dimaksimalkan untuk peningkatan pelayanan kepada masyarakat.

Anggota DPRD Kabupaten Magelang Zaenal Mahfud mengatakan silpa atau anggaran tak terpakai tahun 2016 sesuai hasil LHP BPK yang masih sangat besar Rp 457, 5 miliar. Dia merasa masih prihatin terhadap hal tersebut, semestinya SILPA tersebut jika dicermati akan jauh lebih besar dari yang tertulis. Karena pada tahun yang sama ada pengurangan anggaran untuk sertifikasi guru yang besarnya lebih dari 100 milyar adanya kebijakan Menteri Keuangan.

“Maka seharusnya Pemerintah Daerah harus lebih bijaksana dalam mengelola anggaran terlebih yang digunakan untuk belanja publik,” paparnya.

Mahfud, anggota dari PDI Perjuangan mengatakan dalam LPP masih banyak hal yang harus dilakukan perbaikan. Meskipun, sistem pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan sudah mengalami peningkatan.

“Tapi apalah artinya jika hal tersebut tidak diikuti oleh peningkatan kesejahteraan masyarakat dan menekan angka kemiskinan di Kabupaten Magelang yang lebih tinggi dibandingkan dengan Pemerintah Propinsi dan Pusat. Hal tersebut menunjukkan masih ditemukan kelemahan-kelemahan terkait dengan pengelolaan keuangan daerah,” katanya dalam rapat paripurna yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Soeharno MM, siang tadi.

Ketua Fraksi Golkar Sunarno juga menyoroti hal yang sama. Menurutnya, anggaran tak terpakai di Pemkab Magelang sangat besar. Hal itu dikarenakan buruknya perencanaan dan masih minimnya penyerapan anggaran.

“Penyerapan anggaran tahun 2016 masih belum maksimal yaitu 84,35%, meski ada kenaikan dibanding tahun 2015 yang hanya mencapai 78%. Pada tahun 2014 bisa mencapai 90%,” katanya.

Menurutnya, anggaran tak terpakai atau SILPA tahun 2016 masih sangat besar yang mencapai Rp 457 Milyar dan mendekati setengah trilyun. Meskipun ada penurunan sedikit dari tahun 2015 yang mencapai Rp 492 Milyar namun hal itu harus diperbaiki. (bsn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here