7 Desa di 3 Kecamatan di Sleman Akan Terlewati Proyek Jalan Tol Jogja-Magelang-Bawen

BNews–SLEMAN-– Proyek Jalan Tol Jogja-Bawen sampai dalam taham sosialisasi pembebasan lahan oleh Pemkab Sleman. Mereka akan segera turun ke desa-desa yang akan terlintasi proyek tersebut.

Kepala Dinas Pertanahan dan Tata Ruang (Dispertaru) DIY Krido Suprayitno mengatakan sosialisasi akan melibatkan pemilik lahan yang terdampak atau pihak yang diberi kuasa. Sedikitnya 915 bidang lahan akan tergusur proyek ini.

“Kami akan mengadakan sosialisasi itu di desa sesuai jadwal, baru pekan ketiga Juli. Besok ketika sosialisasi kami melibatkan pemilik lahan atau yang diberi kuasa, para warga terdampak,” katanya.

Krido yang juga bertindak sebagai Sekretaris Tim Persiapan Tol Trase Jogja-Bawen, menyampaikan juga nanti saat sosialisasi akan mengidentifikasi apakah ada objek tertentu yang dilewati trase tol ini. Mulai dari rumah ibadah dan lembaga pendidikan.

“Kalau ada rumah ibadah atau sekolah yang dilewati tol, kami harus melihat kondisi di lapangan ketika sosialisasi. Termasuk apakah terkena halamannya saja atau bangunannya,” ujarnya.

Menurutnya, akan ada perlakuan berbeda pada objek yang dilewati tol berkaitan dengan pembebasan lahan. Sebuah bangunan tidak akan serta-merta langsung dipindah jika terkena imbas pembangunan tol.

“Hal itu sebab harus diperhitungkan dulu apakah hanya terimbas sekian meter pada terasnya atau keseluruhan area,” tandasnya.

Berdasarkan data Dispertaru DIY, jalan Tol Jogja-Bawen akan melewati tujuh desa di tiga kecamatan di Sleman, yakni Tempel, Seyegan, dan Mlati. Akan ada 915 bidang lahan yang tergusur proyek ini.

Di Kecamatan Tempel, tol akan melewati Desa Banyurejo (166 bidang lahan), Tambakrejo (88 bidang), dan Sumberrejo (12 bidang). Di Kecamatan Seyegan, Tol Jogja-Bawen akan melintasi Desa Margokaton (190 bidang), Margodadi (76 bidang) dan Margomulyo (106 bidang). Sementara untuk Kecamatan Mlati, jalur tol ini hanya melewati Desa Tirtoadi (277 bidang). (*/ilsh)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: