Ada Kampung Pemulung di Kota Magelang, Begini Sejarahnya

BNews—MAGELANG— Di Kota Magelang ada sebuah wilayah yang disebut sebagai kampung pemulung. Daerah ini dihuni oleh para pemulung yang biasa mencari rongsok di wilayah Magelang.

Kampung pemulung ini ada di Kampung Kiringan Kelurahan  Tidar Utara Magelang Selatan Kota Magelang. Ada puluhan kepala keluarga yang tinggal di rumah-rumah semi permanen itu.

Dinas Perumahan dan Kawasan PemumikamKota Magelang menyebut ada sebanyak 10 kepala keluarga (KK). Mereka membentuk koloni dan kampung baru.

Mereka membeli lahan dengan cara swadaya, dan kemudian membangun bangunan semi permanen. Uniknya, bangunan rumah yang dibuat masyarakat yang kesehariannya bekerja sebagai pemulung itu sama sekali tidak bisa diakses kendaraan. Ditambah, mereka tidak memiliki MCK yang layak.

Mereka tinggal dikawsan Itu sejak terjadi penertiban bangunan liar di kawasan Jalan Soekarno-Hatta akhir 2018 silam. Sebenarnya, pulunan KK korban penggusuran ini sudah disediakan tempat huni yang nyaman di rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).

Namun dengan tegas mereka menolak. Warga memilih tidak tinggal di Rusunawa, dibanding harus berpindah profesi di luar sebagai pemulung.

Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Pemukiman (Disperkim) Kota Magelang, Handini Rahayu mengaku tak menampik jika keberadaan kampung pemulung di Kiringan, berpotensi menambah kawasan kumuh baru.

Pola hidup di kawasan itupun juga dinilai jauh dari kata higienis. Sebab, semua penghuni yang berjumlah puluhan itu hanya mengandalkan satu ruang toilet umum saja. ”Saat ini kita sedang kaji untuk penangannya. Harapannya, beberapa program dapat kita masukan ke sana,” kata Dini. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: