Ada Yang Baru Di Wisata Edukasi Desa Bahasa Borobudur

BNews–MAGELANG– Siapa yang belum mengetahui salahs atu wisata edukasi di wilayah Kabupaten Magelang satu ini. Namanya Desa Bahasa Borobudur, Magelang yang berlokasi di Dusun Keparakan, Desa Ngargogondho, Kecamatan Borobudur.

Selain wisata edukasi yang memberikan pembelajaran asyik terkait bahasa inggris, disini juga ada beberapa spot wisata menarik lainnya.

Meskipun tampak berkurang pengunjungnya selama pandemi covid-19 ini, pengelola Desa Bahasa tidak tinggal diam untuk terus berinovasi agar usahanya tetap berjalan.

Jadi apa yang baru berada di Desa Bahasa ini? Selain taman kelinci dan spot foto yang sudah ada, kamar homestay juga masih selalu tersedia. Mau model twin, familly atau barak masih tetap ada.

Jadi yang baru di Desa Bahasa Dan Taman Kelinci Borobudur ini adalah dengan adanya penginapan Backpacker. Sementara terdapat empat kamar backpacker yang tersedian di area Desa Bahasa Borobudur.

“Selain lebih ekonomis, konsep penginapakan juga lebih menyesuaikan wisatawan ala backpacker, yakni mengutamakan kebersamaan. Ada 4 kamar, dimana dua diantara da twin dan 2 lain familly. Dan kamar mandi di luar, serta di tengah area ada lokasi kongkow bareng. Kamar ini ada yang model dormitory,” ujar Hani Sutrisno selaku owner.

Ditanya soal rate harga, Hani menyampaikan untuk masa pandemi ini masih fleksibel. “Ya bisa Rp 100 ribu per orang untuk tiap malamnya, ada  yang Rp 250-350 ribu per kamar per malamnya,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Untuk kulinernya, lanjutnya untuk pengunjung tidak perlu khawatir karena ada resto baru yang pihaknya sediakan. “Lokasi resto ini dekat dengan penginapan ala backpacker juga. Jadi nyaman dan aman,” tegasnya.

Nah kalau yang baru terkait wisata edukasi Desa Bahasa ini, Hani tersenyum lebar dengan inovasi yang dilakukannya. “Selama pandemi ini memang cukup berkurang pengunjung yang belajar tatap muka bahasa inggris disini dengan riang gembira, meskipun tetap ada tetapi berkurang seperti biasanya,” ungkapnya.

Hani menyebutkan, selama pandemi ini dibuatnya sebuah paket edukasi secara dalam jaringan (Daring) atau online. “Kita sudah beli key aplikasi zoom selama satu tahun ini khusus untuk pembelajaran daring,” ujarnya.

Ditanya untuk paket edukasi tersebut, terdapat tiga katagori. Mulai yang paling mahal dan paling murah.

“Yang paling tinggi ada paket Rp 3,5 juta setiap orangnya. Itu mereka mendapat 32 kali pertemuan di zoom, setiap pertemuan 90 menit. Dan ada garansi mengulang secara offline di Desa Bahasa setelahnya,” terangnya.

Untuk paket berikutnya, lanjutnya ada budget Rp 1 juta per orang akan mendapatkan 32 kali pertemuan, dan setiap pertemuan selama 1 jam. Namun untuk paket ini tidak ada gratis mengulang offline di Desa Bahasa.

“Paket termurah laki kita godok ini, yakni Rp 250 eibu per orang untuk 8 kali pertemuan online, setiap pertemuan bekisaran 1 jam,” tegasnya.

Jadi bagi kalian yang mau belajar bersama Desa Bahasa bisa dilakukan secara online juga. Atau yang memang mau berkunjung tetap tenang saja, karena lokasi ini menerapkan protokol kesehatan yang ketat. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: