Ancam Madrasah Diniyah, NU Akan Gelar Aksi Tolak Lima Hari Sekolah

0
158
BNews—MUNGKID— Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang menyatakan menolak  kebijakan lima hari sekolah. Mereka akan menggelar aksi unjuk rasa untuk menyampaikan aspirasi tersebut.
 
“Kita rencana mau melakukan aksi, tapi untuk bentuknya seperti apa belum bisa disampaikan. Rencana ini masih kita rapatkan,” jelas Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Magelang, Dr.Mahsun, M.Ag.

Dia mengatakan, pihaknya menerima keluhan-keluhan dari para pengasuh sekolah agama terkait kebijakan lima hari sekolah ini. Termasuk dari Forum Komunikasi Madrasah Diniyah Kabupaten Magelang.

“Saya khawatir, dengan kebijakan lima hari sekolah, moralitas anak akan menurun, karena pencetak akhlak itu salah satunya melalui madrasah diniyah dan pesantren. Dan itu (moralitas menurun) berbahaya sekali jika benar,” tandasnya
Pengasuh Ponpes API Tegalrejo Kabupaten Magelang KH Yusuf Chudlori, juga mengamini hal serupa. Gus Yusuf mengatakan mendapat laporan sejumlah madrasah diniyah sore mulai kehilangan siswanya. Karena kebijakan lima hari sekolah.
           
“Saya mendapat laporan, di beberapa daerah sudah ada anak yang ijin tidak ikut sekolah agama (madrasah), memilih kegiatan sekolah daripada mengaji. Padahal pengajian dan madrasah ini adalah benteng akhlak generasi pemuda,” jelas dia.

 


            Gus Yusuf mengatakan, sejak awal digulirkan, kebijakan ini sudah langsung mendapatkan perhatian penuh dari para kyai, pemangku pesantren, dan tokoh agama. Dari kajian yang dilakukan, kebijakan lima hari sekolah ini akan mengganggu eksistensi sekolah agama.
Adanya wacana materi pengajian ditarik ke dalam kurikulum sekolah, menurutnya, tidak sesederhana yang dibayangkan. (bsn/bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here