Apa Dampak Kampus Mengajar 3 SD Negeri Banyurojo 2 ?

BNews–MAGELANG– Kampus Mengajar adalah salah satu produk dari Merdeka Belajar Kampus Merdeka yang dirintis oleh Menteri Pendidikan, yakni Pak Nadiem Makarim. Salah satu lokasi kampus mengajar adalah di SD Negeri Banyurojo 2 yang terletak di daerah Sekaran, Banyurojo, Magelang.

Tim Kampus Mengajar Angkatan 3 di SD Negeri Banyurojo berjumlah 4 mahasiswa Yaitu, Novita Ramadanti dari prodi PGSD Universitas Negeri Semarang dan 3 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Magelang, yakni Yuli Wahyuningsih dari prodi PGSD, Rima Oky Imanatun dari Prodi PGMI, serta Wahyu Diva dari prodi BK dengan Dosen Pembimbing Ibu Galih Istiningsih, M.Pd. yang merupakan Dosen PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang

Tim KM 3 SD Negeri Banyurojo 2 melaksanakan berbagai program kerja dengan mengkhususkan kepada peningkatan literasi, numerasi, dan adaptasi teknologi. Program-program tersebut kami kolaborasikan dengan pihak sekolah dan kami susun sesuai dengan keadaan sekolah dan lingkungannya.

Pengembangan dari program pokok Literasi diatas meliputi, Assistensi Mengajar, Kunjungan Perpustakaan, Qur’an Story, dan Ruang Baca. Pada program Numerasi kami meluncurkan magic cup dan Adaptasi Teknologi dengan pelatihan komputer dan penerapan VCT.

Selain program pokok, kami juga mengembangkan program-program lain yang relevan dengan kondisi sekolah dan lingkungannya. Program tersebut meliputi, Jum’at Sehat, Lingkar Cerita, Pentas Seni, Administrasi Perpustakaan, Pohon Literasi, Pesantren Ramadhan, dan Class Meeting.

Beberapa program yang menjadi unggulan adalah adanya Ruang Baca yang mulai kami rintis ketika siswa kelas 6 mengadakan TPM. Program ini berupa tambahan jam untuk meningkatkan keterampilam siswa dalam membaca dimana program ini diikuti oleh siswa kelas 1-3.

Program Ruang Baca ini terwujud atas inisiasi Tim kampus mengajar ketika mengetahui terdapat beberapa siswa yang belum lancar membaca. Hal tersebut kami prediksi menjadi salah satu dampak dari pembelajaran daring yang harus dilakukan karena pandemi Covid-19 yang meluas.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Dalam rangka meningkatkan minat baca siswa, kami mengadakan Kunjungan Wajib Perpustakaan untuk seluruh kelas. Program ini kami kemas dalam bentuk membaca, bercerita, tanya jawab, dan mini games agar siswa tidak bosan.

Peningkatan Literasi siswa juga kami dukung dengan program Qur’an Story dimana, saat program ini berjalan kami menjalani ibadah bulan Ramadhan. Program Qur’an Story kami kemas dengan membaca/hafalan Qur’an, dilanjutkan dengan kisah-kisah dalam Al-Qur’an, dan tanya jawab dari kisah yang diceritakan.

Pengembangan program Numerasi yang kami unggulkan adalah Sarapan Soal berbantuan media berupa Magic Cup. Program ini kami kemas dengan bentuk pre test atau post test yang bertujuan untuk meningkatkan keterampilan siswa dalam bidang numerasi.

Dalam pelaksanaan dari program pokok Literasi dan Numerasi, kami menjalankan program asistensi mengajar di kelas secara kondisional. Asistensi ini kami lakukan untuk membantu guru kelas dan melatih kemampuan kami mengajar serta berupaya memberi berdampak baik bagi sekolah.

Ketika Pandemi, para siswa dituntut untuk belajar di rumah dan sosialisasi dengan teman semakin berkurang. Ketika pembelajaran tatap muka kami mengadakan lingkar cerita agar para siswa lebih akrab satu sama lain setelah berjarak sekitar 1 tahun.

Untuk pengembangan Adaptasi teknologi, kami fokuskan pada siswa kelas atas yang akan mengikuti AKM yakni, kelas 4 dan 5. Kami mengenalkan penggunaan komputer dan belajar menuliskan kalimat melalui word serta melakukan program wajib yaitu, AKM Kelas.

Seperti itulah rangkaian program Kampus Mengajar Angkatan 3 SD Negeri Banyurojo 2, siswa cukup antusias dan sekolah berkolaborasi sangat baik. Belajar sambil berdampak, memberi makna untuk pendidikan Indonesia. (adv)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: