Begini Kisah Pilu Rayyan, Dapati Ibunya Meninggal Usai Pulang Sekolah

BNews—MUNGKID— Al Rayyan Driki Nugraha, 10, menangis sesenggukan. Air matanya terus mengucur deras. Dia duduk lemas di samping jenazah ibunya. Ibu tercintanya Ani Supriyatin.

 

Sebenarnya Rayyan tak tahu ketika diminta untuk pulang lebih awal. Dia hanya merasa aneh ketika pulang diantar oleh sang guru.

 

Hatinya langsung berdebar. Suasana tiba-tiba berubah menjadi penuh haru. Rayyan pulang dan menddapati ibunya sudah tidak bernyawa. Dia menangis.

 

Dia kemudian memeluk ibunya yang tak bernyawa itu. Dia memanggil-manggil nama ibunya. Beberapa keluarga menangis melihat adegan anak polos itu.

 

Rayyan kemudian tak beranjak. Dia masih saja setia menunggui disamping jasad sang ibu. Ayah angkatnya Bripka Donny Sugiarto terus memberikan semangat.

 

Kalimat tahlil terus mengiring selama proses pemakaman Ani Supriyatin. “Innalillahi wa innaailaihi rojiuun, ibu Ani, ibunda Al Rayyan, telah meninggal dunia siang ini, Kamis 8 Maret 2018, pukul 13.00 WIB di rumah,” kata ayah asuh Rayya, Aipda Donny Sugiarto, Kamis sore.

 

Kisah pilu tentang Rayyan dan ibunya sempat viral belum lama ini. Rayyan yang masih duduk dibangku kelas III sekolah dasar itu rela menghabiskan waktu untuk merawat ibunya di RSUD Tidar Kota Magelang.

MASIH SENYUM : Rayyan saat pulang sekolah dan belum mengetahui kabar duka. (foto : istimewa)

Tanpa alas tidur, tanpa makanan, Rayyan tulus merawat ibu tercintanya itu. Dengan telaten, bocah yang bercita-cita sebagai anggota TNI tersebut menyuapi sang ibu, memijit, menuntun ke kamar mandi, hingga membersihkan kotoran ketika ibunya muntah-muntah.

 

Beruntung, ada seorang anggota polisi dari Polsek Mertoyudan, Kabupaten Magelang, Aipda Donny Sugiarto, yang tulus menjadi ayah asuh Rayyan. Informasi yang kami terima, ayah kandung Rayyan telah pergi meninggalkannya sejak lama.

 

“Mohon doanya kepada saudaraku semua, semoga almarhumah husnul khatimah, dan Rayyan bisa menjadi anak yang soleh, berkah, dunia dan akherat,” imbuhnya.

 

Ratusan orang mengiringi keberangkatan jenazah ibunya. Selama proses itu Rayyan tak terlihat. Dia ada di dalam rumah. (bn1)

1 Comment
  1. Ophi cahyanto says

    Semoga ibu Ani diberi tempat yang lyak d sisiNya
    Buat Rayyan diberi kekuatan ketabahan terus jadi anak hebat berbakti dan selalu semangat

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: