Belum Pasti Kapan Bisa Naik Candi Borobudur, Sandal Upanat Tetap Diproduksi

BNews–MAGELANG-– Sandal Upanat merupakan sebuah alas kaki yang direncanakan dikenakan oleh wisatwan untuk menaiki struktur Candi Borobudur. Dan hingga kini para perajin Sandal Upanat sudah mulai diproduksi.

Salah satu perajin Sandal Upanat, Mei Aman Efendi, warga Dusun Brojonalan Desa Wanurejo Borobudur Magelang, mengatakan; dirinya masih memproduksi Sandal Upanat dalam skala kecil, dikarenakan belum ada kepastian wisatawan diperbolehkan naik Candi Borobudur.

“Belum berani produksi banyak, karena belum tahu kapan akan digunakan untuk wisatawan naik ke Candi Borobudur. Karena saat ini Candi Borobudur masih belum boleh dinaiki wisatawan, dan hanya boleh dibatas pelataran Candi Borobudur saja,” ucap Fendi, Kamis (9/2/2023).

Kendati demikian Fendi tetap persiapan produksi Sandal Upanat, sebagai langkah persiapan bilamana Candi Borobudur dibuka kembali.

Hal tersebut menurut Fendi juga dilakukan oleh pengerajin Sandal Upanat lainnya.

Bahan baku berasal dari Daun Pandan, dengan bagian alas dari spoon hati, yang lunak dan lebih aman untuk lantai batu Candi Borobudur

“Pengerajin sudah saling berkoordinasi dan bekerjasama dalam proses produksi, seperti bagian bahan yang bisa jahit dapat dijahit ditempat pengerajin tersebut. Karena memang sudah saling kenal karena beberapa kali menjadi satu di pelatihan pembuatan Sandal Upanat, yang digelar oleh pemerintah,” papar Fendi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara Koordinator Kelompok Kerja Pemeliharaan Kawasan Cagar Budaya (KCB) Borobudur, Balai Konservasi Borobudur, Bramantara, mengatakan; perlu alas kaki khusus untuk pengunjung Candi Borobudur, untuk mengurangi gesekan dan korosi lantai Candi Borobudur.

Adapun sandal Upanat sendiri terinspirasi dari relief Karmawibangga nomor panel 150, Candi Borobudur. Persembahan alas kaki yang berbentuk seperti sandal.

“Tatakelola produksi dan distribusi Sandal Upanat ada di Bumdesma. Untuk regulasi diperbolehkan naik ke Candi Borobudur saat ini sedang koordinasi antar lembaga,” pungkasnya. (*)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!