BPPTKG: Hati-hati, Magma Gunung Merapi Sudah Ada di Permukaan

BNews—JOGJAKARTA— Gunung Merapi saat ini memasuki fase ekstrusi atau fase keluarnya magma dari permukaan gunung. Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menyebut pada fase ini belum aman.

”Kalau aman, belum. Karena justru sekarang ini fasenya adalah fase ekstrusi,” kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam Pembahasan Aktivitas Merapi Terkini yang berlangsung secara virtual di Jogjakarta, Jumat (13/8).

Sejak April 2021, Gunung Merapi mengalami kenaikan aktivitas seismik yang kemudian menurun pada 6 Agustus 2021. Penurunan tersebut menandai dimulainya fase ekstrusi magma.

Indikasi dimulainya fase ekstrusi magma juga ditunjukkan dengan penurunan deformasi gunung yang menunjukkan bahwa tekanan magma dari dalam sudah mulai berkurang. ”Pada saat ada tekanan adalah fase intrusi atau pergerakan magma dari dalam menuju ke permukaan. Nah sekarang fase keluarnya (magma) yang sudah ada di permukaan,” kata dia.

Deformasi Gunung Merapi yang dipantau BPPTKG dengan menggunakan EDM pada pekan ini menunjukkan laju pemendekan jarak sebesar 7,7 sentimeter perhari. ”Fase ekstrusi ini justru kita harus hati-hati. Dalam artian awan panas masih mengancam ke daerah-daerah potensi (terdampak bahaya),” ungkapnya.

Sementara itu, terkait arah guguran kubah lava, Hanik menyebut mulai ada pergeseran yang semula dominan ke Kali Boyong atau sisi barat daya. Dalam sebulan ini cenderung ke arah Kali Bebeng di sisi selatan-barat daya.

”Awal-awal dominannya itu adalah ke arah Kali Boyong. Mulai 13 Juli sampai dengan 13 Agustus ini sekarang yang dominan ke (Kali) Bebeng,” ujarnya.

Ia menyampaikan, sepanjang pengamatan selama sepekan, Merapi 28 kali melontarkan guguran lava ke arah barat daya. Jarak luncur maksimal 3 ribu meter.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Guguran lava teramati sebanyak 252 kali ke arah barat daya dengan jarak luncur maksimal 2 ribu meter dan satu kali ke arah tenggara dengan jarak luncur 500 meter. BPPTKG sampai sekarang mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga.

Warga diminta mewaspadai potensi dampak guguran lava dan awan panas Gunung Merapi di sektor selatan-barat daya yang meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih. Kalau terjadi letusan, lontaran material vulkanik dari Gunung Merapi dapat menjangkau area dalam radius tiga kilometer dari puncak gunung. (ifa/han)

Sumber: iNews

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: