Dara Cantik Asal Salam ini Tertarik Terjun ke Politik. Apa Alasannya ?

BNews- SALAM — USIAnya masih 22 tahun. Usia sebayanya mungkin banyak dihabiskan untuk bersenang-senang bersama teman-temannya.

Namun tidak bagi Ayu Herera Savitri. Dara ayu asal Nabin, Gulon Kecamatan Salam ini memilih untuk aktif di organiasasi politik. Belum lama dia mencoba terjun ke sana. Tapi ternyata dia kepincut dan ingin terus fokus.

Bermodal paras cantik dan wawasan yang luas, Ayu sapaan akrabnya kini mulai aktif di berbagai kegiatan partai politik di Kabupaten Magelang. Dia nampak tak canggung bertemu banyak orang.

Ayu sapaan karibnya mengaku, pada awalnya ia sama sekali tidak memiliki ketertarikan berpolitik. Bahkan, bertolak belakang dengan profesi keluarga yang fokus di bidang properti dan pariwisata.

Hati nurani dara kelahiran 28 Juni 1995 ini tergugah setelah melihat tingkat kesenjangan sosial di masyarakat yang masih tinggi.”Ada sentilan dari hati untuk membantu. Nah, jalur politik sangat strategis untuk membuat kebijakan yang berpihak kepada mereka. Jalur politik bisa membuat sistem sehingga dalam mengurangi kesenjangan sosial ini bisa lebih cepat dan terukur,” tutur mahasiswi semester akhir jurusan Ekonomi Managemen, UII Jogjakarta.

Menurut putri semata wayang pasangan Heru Sartono – Ernita, melayani membantu masyarakat melalui politik akan lebih cepat berdampak manfaatnya ketimbang secara personal. Dia meyakini, dengan berpolitik dirinya dapat membantu masyarakat secara merata.

”Berpolitik kan intinya adalah awal dari perjuangan. Berjuangan menyampaikan aspirasi rakyat,” terang ayu yang bercita-cita menjadi calon legistatif muda DPRD Kabupaten Magelang ini.

Lantas dia menjatuhkan pilihan ke PDI Perjuangan. Alasannya, PDI Perjuangan dinilai sebagai partai dengan basis ideologi kuat. Dia mengaku sudah banyak mempelajari berbagai partai dari buku dan internet.

“Saya banyak membaca tentang Marhaenisme. Selain itu, partai moncong putih memiliki budaya kekeluargaan dan gotong royong yang sangat tinggi.  Itu yang paling bikin saya tertarik,” papar dia.

”Saya juga mengidolakan Ir Soekarno yang percaya anak muda mampu membangun bangsanya. Disini saya akan mewakili generasi muda,” pungkasnya.

Baginya, pandangan mayoritas kalangan muda yang apatis dengan politik dinilai kurang tepat. Mereka, kata dia, hanya melihat dari satu sisi semata.

“Menurut saya di organisasi atau sistem kehidupan manapun tidak ada yang sempurna sehingga akan selalu muncul oknum yang tidak konsisten. Di politik juga seperti itu, gara-gara oknum sehingga politik dijustifikasi sebagai sumber kebobrokan. Padahal tidak, ini jalur yang paling strategis untuk membantu masyarakat asal semua konsisten. Dan harapan itu masih ada,” tutur dia.

Pengurus DPC PDIP Kabupaten Magelang, MY Sakir mengapresiasi generasi millenial terlibat politik praktis. Sakir juga terus mendorong anak muda untuk berkontribusi membangun bangsa dan negara utamanya di Kabupaten Magelang.

”PDIP adalah partai terbuka, apalagi PDIP sedang gencar-gencarnya mencari anggota muda sebagai langkah regenerasi dan strategi menggaet pemilih baru,” imbuh ketua Komisi III DPRD Kabupaten Magelang ini. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: