IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Di Tengah Ancaman Corona, Pengadilan Agama Magelang Gelar Sidang Perceraian

BNews—MAGELANG— Ancaman pandemi Covid-19 yang semakin meluas hingga daerah membuat Pengadilan Agama (PA) Magelang menutup pelayanan pendaftaran perkara hingga 5 April 2020. Namun demikian, PA memastikan untuk perkara perceraian yang sudah terjadwal tetap digelar sesuai jadwal.

Humas Pengadilan Agama Magelang Imdad menjelaskan, untuk sementara pihaknya menutup semua pendaftaran semua jenis perkara seperti perceraian. Penolakan pendaftaran perkara otomatis akan dilakukan apabila masyarakat datang langsung ke kantor.

”Maka kami sarankan, mulai hari ini hingga tanggal 5 April, masyarakat bisa memanfaatkan pendaftaran secara elektronik. Cukup dari rumah. Sehingga bisa dimaksimalkan selama social distancing,” Kata Imdad, Rabu (24/3).

Menurut imdad, efek Corona menjadi faktor utama penutupan semua pendaftaran secara langsung. Namun pihaknya memastikan perkara yang sudah berjalan tetap akan dilanjutkan.

”Masih digelar sidang seperti biasa sesuai jadwal. Tidak ada reschedule Kami belum mendapat arahan dari pimpinan mengenai sidang ditunda, pelayanan publik tetap berjalan,” terangnya.

Ia menjelaskan, dasar teknis pelaksanaan sidang perkara mengacu pada Surat Edaran Ketua Makamah Agung no 1 Tahun 2020 mengenai pedoman pelaksanakan tugas selama pencegahan penyebaran Covid-19. Dalam pelaksanaan sidang tetap diberlakukan dengan standar social distancing.

Loading...

”Seperti imbauan pemakaian masker saat pelaksanaan, mengatur jarak antar individu, tidak ada jabat tangan dan penggunaan hand sanitizer atau mencuci tangan dengan sabun yang sudah disiapkan,” jelasnya.

Meskipun pendaftaran secara elektronik, Imdad menyampaikan yang bersangkutan tetap harus tatap muka pada sidang pertama untuk mediasi. Sedangkan sidang selanjutnya bisa dengan secara elektronik sesuai syarat yang disepakati oleh kedua belah pihak.

”Pertukaran dokumen bisa dilakukan secara eletronik sesuai jadwal yang disepakati. Kecuali pemeriksaan saksi harus tetap dihadirkan dan selanjutnya pembacaan putusan bisa secara eletronik,” ucapnya.

Imbuh Imdad, sidang perkara di PA juga tidak banyak. Sekitar 300 perkara pertahun. Sedang rata-rata perhari ada lima proses sidang dengan kehadiran kurang dari sepuluh orang. (cr1/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: