Diawali Demam, Ini Perbedaan Gejala pada DBD dan Tifus

BNews—KESEHATAN— Tak sedikit orang yang kesulitan membedakan demam berdarah dan tifus. Hal ini karena keduanya sama-sama diawali dengan gejala berupa demam.

Meski gejala awalnya sama, namun keduanya merupajan penyakit yang berbeda. Umumnya, diagnosis penyakit baru bisa diketahui setelah melakukan kunjungan ke dokter.

Perbedaan kedua penyakit ini ada pada penyebab dan gejala penyakit yang muncul. Demam berdarah dengue (DBD) terjadi karena infeksi virus Dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk.

 Sementara tifus adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh manusia melalui makanan yang dikonsumsi.

Berikut perbedaan DBD dan tifus. Simak ulasannya!

Perbedaan Demam

Kedua penyakit ini sama-sama memicu demam. Perbedaannya, DBD ditandai dengan demam tinggi yang muncul secara mendadak. Demam bisa mencapai suhu 39-40 derajat Celcius. Demam akibat penyakit ini bisa berlangsung secara terus menerus atau berhari-hari.

Sedangkan pada tifus, demam biasanya akan muncul secara bertahap. Pada awal infeksi bakteri terjadi, suhu tubuh mungkin terasa normal, lalu naik secara perlahan dan bisa mencapai 40 derajat celcius.

Gejala Khas yang Berbeda

Selain menimbulkan demam, DBD maupun tifus biasanya juga disertai dengan gejala lain. Pada demam berdarah, gejala khas yang bisa muncul adalah perdarahan.

Penyakit ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami mimisan, gusi berdarah, keluar darah saat BAB, hingga muntah darah. Selain itu, penyakit ini juga bisa memicu munculnya bintik merah di permukaan kulit yang juga terjadi karena perdarahan.

Berbeda dengan penyakit DBD, pengidap tifus biasanya akan mengalami gejala khas tersendiri. Secara umum, penyakit ini akan ditandai dengan munculnya gangguan pada saluran pencernaan, sebab bakteri penyebab penyakit masuk melalui makanan. Kondisi ini bisa menyebabkan pengidapnya mengalami sembelit, diare, nyeri, hingga rasa tidak nyaman di perut.

Komplikasi yang Berbeda

Komplikasi yang paling mungkin terjadi pada pengidap demam berdarah adalah kerusakan pembuluh darah yang bisa menyebabkan perdarahan. Kondisi ini bisa menyebabkan kegagalan sistem organ dalam yang berujung kematian.

Sedangkan komplikasi tifus, bisa menyebabkan usus berulubang (perforasi usus) yang dapat membuat isi usus bocor ke rongga perut dan menimbulkan infeksi. (mta)

Sumber: halodoc

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: