Diduga Ikut Merencanakan Pembunuhan, Polisi Buru R Teman Pria Nani Aprilia

BNews—JOGJAKARTA— Pendalaman kasus sate beracun yang menewaskan Naba Faiz Prasetya, 10, dengan tersangka Nani Aprilia Nurjaman, 25, terus dilakukan polisi. Teranyar, Satreskrim Polres Bantul memburu keberadaan teman pria tersangka berinisial R yang diduga memiliki peran dalam rencana pembunuhan tersebut.

Kasat Reskrim Polres Bantul, AKP Ngadi menjelaskan, dalam pengakuan awal tersangka melakukan pengiriman sate beracun atas saran R. Ia merupakan pelanggan salon di kawasan Umbulharjo. Diketahui, Nani sering datang ke salon untuk sekedar istirahat atau menjajakan dagangan kosmetik.

”R ini menurut pengakuan tersangka mencintainya, tetapi ia tidak menggapai cinta itu karena lebih memilih T yang diharapkan mau menikahi,” katanya.

Tetapi kenyataanya Tomi tidak mau mempersunting tersangka sehingga membuatnya sakit hati. Karena ada pengakuan itu, polisi aka memburu R kerena dinilai turut menyarankan tersangka melakukan tindakan pembunuhan berencana.

”Apakah itu benar ada orangnya atau hanya karangan tersangka. Kami akan terus mendalami,” terangnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Dari hasil pelacakan polisi, nomor telepon pria berinisial R tersimpan di kontak HP tersangka. Namun nomor tersebut kini sudah tidak dapat dihubungi. Tersangka juga mengaku R itu sering mengendarai mobil Pajero.

”Kami akan terus mendalami dan memburu siapa lelaki berinisial R ini. Jika benar-benar ada menurut tersangka,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Ditanya tentang nama Tomy yang disebut-sebut pelaku sebagai target utama pengiriman sate beracun, Ngadi mengungkapkan jajarannya akan mengagendakan pemanggilan. Dan pemeriksaan secepatnya terhadap yang bersangkutan.

”Pemanggilan ini dilakukan untuk mengungkap motif kasus ini sebenarnya dan siapa saja yang terlibat di dalamnya,” tegasnya. 

Sebelumnya, Naba tewas usai menyantap takjil sate ayam yang didapatkan ayah korban, Bandiman, 47, dari sebuah orderan offline. Peristiwa terjadi Minggu sore (25/4) lalu.

Saat itu, Bandiman dimintai tolong seorang perempuan untuk mengantarkan paket takjil. Paket makanan berbuka puasa itu ditujukan ke orang bernama Tomy di Perumahan Villa Bukit Asri, Sembungan, Bangunjiwo, Kasihan, dengan pengirim mencatut nama Hamid di Pakualaman.

Lantaran tidak merasa pesan dan Tomy sedang di luar kota, akhirnya oleh istri Tomy paket takjil diberikan kepada Bandiman. Namun setelah disantap ketika buka puasa, takjil tersebut mengandung racun yang sangat keras hingga menewaskan anak Bandiman, Naba yang berusia sepuluh tahun. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: