Dirut RSJ Magelang: ODGJ Butuh Penanganan yang Humanis

BNews—MAGELANG— Orang Dengan Gangguan Jiwa Berat (ODGJ) membutuhkan penanganan yang humanis. Tidak boleh membuat yang berangkutan cidera dan melukai bagik secara fisik maupun jiwanya.

Hal itu disampaikan oleh Direktur Utama RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang dr Rukmono Siswishanto, belum lama ini. ”Mereka harus dihormati sebagai manusia. Keluarga serta masyarakat sekitar harus memberikan perlakuan yang sebaik-baiknya,” ujarnya.

Dia menyebut, dalam angka permasalahan kesehatan jiwa nasional, ada tujuh orang per seribu yang mengalami gangguan kejiwaan. Di Jawa tengah, lebih tinggi dari angka nasional yaitu sembilan orang per seribu yang mengalami gangguan kejiwaan.

Terkait hal itu, kata dr Rukmono, dibentuk tim pelaksana kesehatan jiwa di masyarakat. Tim ini bekerjasama dengan lintas sektor, salah satunya dengan babinsa.

“Saat ini sudah tidak boleh ada pemasungan dan pemborgolan karena tidak manusiawi. Maka program ini selain menangani masalah kedaruratan jiwa di masyarakat, juga untuk menanggulangi hal yang tidak manusiawi dilakukan kepada orang yang mengalami gangguan jiwa.

Sehingga setelah diobati dan diberikan sosialisasi, bisa kembali menyatu kembali dengan masyarakat,” ujar dia.

Adanya sinergi dalam penanganan masalah kesehatan jiwa di masyarakat ini, diharapkan dapat meningkatkan penemuan kasus gangguan jiwa masyarakat. Sehingga penanganan lebih cepat.

Sementara itu, Kepala Staf Kodim (Kasdim) 0705/Magelang Mayor (Inf) Sudarno, berharap semua babinsa Kodim 0705/Magelang bisa memahami dan menyerap materi yang disampaikan oleh pemateri dari RSJ Prof. Dr. Soerojo Magelang. Dalam membantu tugasnya di lapangan, terutama dalam membantu masyarakat yang bersinggungan dengan ODGJ (Orang dengan Gangguan Jiwa). (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: