DITANGKAP!!! Ini Identitas Pelaku Penembakan dan Penganiayaan di Muntilan

BNews—MUNGKID—Dua pelaku penembakan dan penganiayaan salah satu anggota Komunitas RX King di Terminal Muntilan berhasil diringkus. Siang ini keduanya dihadirkan dalam gelar kasus di Mako Polres Magelang (9/10).

Dua pelaku penembakan tersebut diketahui bernama Indria Febriansyah, 35 warga Desa Donokerto Kecamatan Turi Kabupaten Sleman bersama Johan Bayu, 46 warga Wates Kulonprogo Yogyakarta. Korban diketahui bernama Budi Arfianto, 40 tahun warga Pandansari Pucungrejo Muntilan yang mengalami luka tembak di tiga tempat bagian tubuhnya.

Advertisements


“Kedua pelaku ini tersinggung dengan korban yang saat itu melintas di depannya di area Terminal Muntilan Sabtu Malam 5 Oktober 2019 sekitar pukul 22.30 wib,” ungkap Kapolres Magelang AKPB Pungky Bhuana Santoso didampingi Kasat Reskrim AKP Bayu Puji siang tadi (9/10),


Kasus bermula ketika kedua pelaku ini sedang menenggak minuman keras di Terminal Muntilan korban melintas dengan kendaraan RX Kingnya. “Saat kedua pelaku menegur korban sempat terjadi ketegangan, dan salah satu pelaku bernama Johan menampar korban. Selanjutnya pelaku satunya Indria menembangkan senjata jenis air soft gun berpeluru gotri ke tiga bagian tubuh korban,” paparnya.

Akibatnya penembakan tersebut, korban menderita luka tembak gotri di bagian belakang telinga kanan dan kepala belakang. “Korban saat itu langsung dilarikan ek RSUD Muntilan untuk mendapat perawatan dan melaporkan kejadian tersebut ke Kepolisian,” imbuhnya.

Dengan adanya laporan tersebut, selanjutnya Tim Resmob dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Magelang penyelidikan di Sleman dan Yogyakarta . “Hasilnya pada hari Senin tanggal 07 Oktober 2019 sekitar pukul 11.00 Wib, kedua pelaku diamankan. Mereka ditangkap di rumah rekannya di daerah Bakalan Tamanagung Muntilan,” jelasnya.

BACA JUGA : Sahabat Perempuan Magelang Desak Sahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual

Setelah dilakukan introgasi pelaku mengakui bahwa telah melakukan perbuatan tersebut. “Selanjutnya pelaku beserta barang bukti berupa satu buah Airsoft Gun merk COLT DEVENDER warna hitam dan didalamnya berisi 12 butir peluru mimis kaliber 6″. Serta jumper warna merah bertuliskan Quick Silver di bawa ke Polres Magelang guna dilakukan penyidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

“Atas perbuatannya pelaku akan dijerat dengan Pasal 351 KUHPidana atau 170 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling lama 5 Tahun 6 Bulan,” tandasnya.

Sementara pengakuan pemilik senjata air soft gun, Indria mengaku bahwa dirinya memiliki senjata tersebut karena ikut dalam Porbakin komunitas bernama Garuda. “Rencananya Minggu kita ikut latihan bersama di Semarang. namun malam minggu mampir Muntilan dulu untuk minum ciu bersama teman-temanya,” akunya didepan awak media.

Pria asal Palembang tetapi tinggal di Sleman ini masih terus didalami keterkaitan terhadap kasus lain. Dan tim Reskrim Polres Magelang masih terus menyelidikinya. (bsn/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: