IKLAN PARTAI HUT DEMOKRAT

Donny Jadi Polisi Teladan Se Jateng Setelah Video Suapin Dua Anak Pengemis di Mertoyudan Viral

SIANG itu, telephone selulernya tiba-tiba berbunyi. Bukan sambungan lewat WhatsApp seperti umumnya. Agak keget karena panggilan itu dari kode 021 (Jakarta).

Diujung telfon sudah ada seorang perwira di Mabes Polri. Donny Sugiarto sang penerima telfon kaget karena ditelfon Lembaga tertinggi tempatnya bekerja.

“Saya ditelfon diberikan ucapan selamat  dan diminta untuk terus menjadi polisi yang humanis, dekat dengan masyarakat,” kata Donny mengisahkan telephone dari Mabes Polri setelah videonya menyuapi dua anak pengemis di viral hingga para pejabat tinggi di Mabes Polri tahu.

Donny sendiri tidak pernah menyangka video itu akan several itu. Dilihat banyak orang, dikomen ribuan nitizen. “Saya tidak pernah tahu tiba-tiba video itu ada. Siapa yang awalnya memvideo saya juga tidak kenal,” katanya.

Polisi berpangkat Aipda ini bercerita saat itu, sedang bertugas di pos pengamanan lebaran di Depan Artos Mall.

Ditengah hiruk pikuk itu jelang lebaran, mata matanya tertuju pada dua anak kecil. Lelaki dan perempuan usianya 4 dan 6 tahun.

DEKAT : Donny sangat dekat dengan anak-anak dan warga di desanya bertugas.
Loading...

Keduanya duduk ditaman. Mainan kayu. Tidak ada orang tuanya terlihat. “Seketika itu saya datang menghampiri keduanya. Mereka berdua sempat takut lari,” tutur Aipda Donny.

“Gak usah takut, sini sama om, kita main-main,” kata Donny mengisahkan pertemuannya dengan kedua anak tersebut.

Saat ditanya, kedua anak itu ternyata ditinggal oleh bapaknya bekerja. “Kata anak itu, bapaknya sedang kerja. Ternyata bekerja sebagai pengemis,” jelas pria kelahiran 1981 ini.

Yang membuatnya trenyuh, ternyata sang ayah terpaksa mengemis lantaran tidak bisa melakukan pekerjaan lainnya. Matanya buta. Istrinya, pun juga. Sama-sama buta.

“Saat saya tanya, kedua anak itu belum makan. Lalu saya ambilkan makanan stok untuk berbuka puasa di posko,” kenangDonny.

Seketika, naluri seorang ayah muncul. Donny, menyuapi kedua anak itu. Mereka terlibat obrolan “gayeng”. Seperti tak ada jarak. Seperti ayah dan anak. “Nyuapin saja kayak biasa saya nyuapin anak saya,” tutur ayah tiga anak ini.

Aksinya itu, diam-diam direkam oleh seorang warga. Donny tak pernah tahu dan belum pernah kenal sampai saat ini. “Ternyata ada yang merekam, saya malah tidak tahu, tahu tahu video sudah viral,” katanya.

Dia tak menyangka, aksi yang dianggapnya biasa mendapatkan pujian dari banyak orang. Bahkan, dia mendapatkan apresiasi langsung dari Mabes Polri. “Saya dapat telfon dari mabes polri,” papar dia.

Tak selang lama dari peristiwa itu, Donny juga kembali jadi perbincangan nitizen. Dia sukses menangkap pencopet di bus yang kabur. Penangkapan itu juga viral di media sosial. Aksi penangkapan dilakukan Donny bersama anggota lainnya direkam oleh warga. 

Namanya, kemudian terus jadi perbincangan. Hingga akhirnya apresiasi datang dari Mapolres Magelang. Kapolres Magelang AKBP Yudhianto Adhi Nugroho menganugerahinya sebagai salah satu polisi teladan. “Apa yang dilakukan anggota ini mampu mendorong peningkatan kinerja bagi anggota lainnya,” kata Kapolres saat itu.

Donny yang saat ini bertugas sebagai Babinkamtibmas di Desa Donorojo Mertoyudan ini, juga terpilih sebagai polisi teladan tingkat Jawa Tengah. Sejumlah perwira di Polda Jateng yang menjadi juri polisi teladan menganugerahinya juara II. “Saya diikutkan lomba antar polres se Jawa Tengah. Saya tidak pernah menyangka,” kata Donny suami dariTambahi to Dewi Arma Nanti, SH ini.

Menurutnya, penilaian dalam lomba itu beragam. Mulai dari kiprah di masyarakat hingga kinerja sebagai polisi. “Tapi dalam lomba itu saya sampaikan kalau saya ini hanya kerikil bagian terkecil dari institusi Polri yang ingin berbuat baik untuk masyarakat,” jelas pemilik gelar Sarjana Hukum ini. (bersambung)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: