Dorong Ekspor Komoditas Hortikultura, Vita Ervina Gelar Bimtek untuk Petani Magelang

BNews—MAGELANG— Wilayah Magelang merupakan salah satu sentra komoditas horti yang ada di Jawa Tengah. Dengan hal itu, diharapkan produk hasil pertaniannya tak hanya dikenal di level lokal tetapi juga mampu berorientasi ke pasar global.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Komisi IV DPR RI, Vita Evina. Dalam kegiatan Bimbingan Teknis ‘Peluang dan Tantangan Ekspor Komoditas Hortikultura di Magelang’ yang digelar di Wisma Sejahtera, Kota Magelang pada Jumat (19/11).

”Komoditas hortikultura menjadi salah satu komoditas unggulan yang dapat terus dikembangkan oleh petani. Baik itu tanaman sayuran, tanaman hias, tanaman obat, maupun tanaman buah,” kata Vita.

Dia menyebut, Hortikultura merupakan salah satu sub sektor pertanian yang potensial dan didorong untuk meningkatkan kesejahteraan petani, ekonomi daerah, ekonomi nasional serta meningkatkan devisa negara melalui ekspor.

”Sub sektor hortikultura pada kuartal I dan II tahun 2021, tumbuh positif sebesar 3,01 persen dan 1,84 persen. Kontribusi sub sektor hortikultura yang sangat baik dalam struktur PDB Nasional

Peningkatan ekspor ini didominasi oleh komoditas buah-buahan selama pandemi Covid-19 tahun 2020. Nilai realisasi ekspor buah-buahan tahun 2020 tercatat meningkat sekitar 30,31 persen dibanding tahun 2019,” ujarnya.

Terkait hal itu, maka pengembangan kawasan sentra produksi komoditas unggulan menjadi program prioritas kita bersama. Agar mampu menjawab peluang pasar yang masih terbuka lebar.

”Kami berkomitmen,Komisi IV DPR RI bersama Kementerian Pertanian siap untuk terus bersinergi mendukung melalui pendampingan dari sisi hulu dengan peningkatan teknologi dan akses,” imbuh Vita.

Download Aplikasi BorobudurNews (Klik Disini)

Lanjut Vita, dimulai dari sisi hulu, akan berfokus pada peningkatan kualitas perbenihan dan tata kelola produksi ramah lingkungan. Sementara dari sisi hilir, fokus diutamakan pada fasilitasi bahan baku industri, mendukung ketahanan pangan dan mendukung ekspor.

”Tentunya peran Balai Karantina sangat penting dalam melakukan screening komoditi untuk menembus pasar ekspor. Petani di antaranya perlu mempunyai akses pasar dan kemampuan pemasaran yang masih harus ditingkatkan lagi,” lanjutnya.

Diketahui bahwa peserta bimtek kali ini adalah perwakilan staff dan penyuluh pertanian di Kabupaten Magelang. Perwakilan kelompok tani hortikultura yang ada di Magelang serta beberapa perwakilan dari pelaku usaha hortikultura.

Vita berharap, bimtek ini bisa sebagai ajang menjalin komunikasi, koordinasi, bantuan dan tentunya pengetahuan bagaiman masyarakat khususnya petani secara mandiri dapat meningkatkan produktivitasnya.

”Dan tentunya diharapkan bisa membuka akses pasar global,” pungkasnya. (mta)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: