Edarkan Uang Palsu, Dua Warga Asal Magelang Ditangkap Polisi

BNews–MAGELANG-– Dua warga asal Kecamatan Mungkid Kabupaten Magelang berinisial NM, 25, dan AAP, 31 ditangkap  Satreskrim Polres Temanggung. Pasalnya mereka berdua diketahui telah mengedarkan uang palsu di wilayah hukum Polres Temanggung.

Dalam keterangannya, Wakapolres Temanggung Kompol Ghifar mengatakan jika pihaknya telah mengamankan barang bukti. Yakni berupa uang tunai sebesar Rp 400 ribu yang terdiri pecahan Rp 100 ribu sebanyak dua lembar, dan pecahan Rp50 ribu sebanyak 4 (empat) lembar dari kedua tersangka.

“Uang ini asli yang merupakan sisa keuntungan mengedarkan uang palsu. Selain itu telphon genggam hasil pembelian dari uang palsu,” kata Ghifar, Rabu (27/7/2022).

Dalam hal ini Ghifar juga menambahkan jika sejumlah 19 lembar uang palsu pecahan Rp50 ribu dan enam lembar uang pecahan Rp 100 ribu uang asli telah diamankan sebelum sempat diedarkan kembali oleh pelaku.

Dua tersangka tersebut diketahui telah sepakat untuk mengedarkan upal. Yang dilakukan dengan membeli berbagai kebutuhan hidup di warung-warung yang nilainya dibawah Rp50 ribu.

Selain itu dalam mengedarkan uang dalam jumlah besar, keduanya memakai modus pembelian ponsel melalui metode COD, dengan menggunakan upal. Ponsel hasil pembelian tersebut kemudian dijual kembali, yang hasilnya kemudian dibagi diantara dua pelaku.

Perbuatan kedua pelaku diketahui oleh pihak kepolisian setelah salah seorang korban bernama Koirul Ardian (17) warga Desa Bansari Kecamatan Bulu, yang melaporkan perihal penggunaan uang palsu usai menjual ponselnya kepada kedua tersangka di Ruang Terbuka Hijau Kali Progo Senin lalu.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Korban melapor ke polisi karena sebagian uang untuk pembayaran ternyata upal. Polisi yang mendapat laporan langsung bergerak dan berhasil menangkapnya,” kata dia.

Menurut keterangan dari kedua tersangka, upal tersebut didapatkan dari IS, seorang warga Kediri. Transaksi melalui aplikasi telegram sedangkan upal dikirim melalui jasa pengiriman, dengan perbandingan 1 uang asli untuk 3 uang palsu.

Para tersangka kini dijerat dengan pasal 36 ayat 3 UU RI No. 7 tahun 2011 dengan ancaman 15 tahun penjara dan denda Rp 50 miliar.

Tersangka FN mengatakan tertarik mengedarkan upal karena lekas kaya dan banyak uang. Ia sendiri diajak oleh AAP dalam usaha peredaran upal.

“Saya yang memodali usaha peredaran upal dengan dia(AAP). Hasil lantas dibagi dua,” kata pengusaha Laundry tersebut.

Tersangka AAP sendiri mengatakan jika peredaran upal telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir. Dengan uang yang berhasil diedarkan mencapai jutaan rupiah.

“Upal untuk membeli di warung-warung,” kata dia. (*)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: