Efek Samping Vaksin Covid-19 Bagi Manusia

BNews–NASIONAL– Vaksin Covid-19 sudah ditemukan oleh sejumlah negara di Dunia ini. Namun ternyata, vaksin-vaksin tersebut memiliki efek samping tertentu pada manusia.

Setiap obat, suplemen maupun vaksin bisa menimbulkan efek samping. Efek samping yang muncul pun bisa ringan maupun berat.

Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) Amerika Serikat meminta semua orang yang telah mendapatkan vaksin, baik itu Pfizer maupun Moderna, mendapat pemantauan khusus. Ini karena beberapa peserta uji coba vaksin mengalami efek samping.

Salah satu efek samping yang perlu diperhatikan adalah potensi kelumpuhan pada otot wajah yang menyebabkan salah satu sisi wajah terlihat melorot (Bell’s palsy).

“Dua dari kasus Bell’s palsy di antara kelompok vaksin Moderna telah ‘terselesaikan’ sementara satu kasus masih berlangsung hingga laporan ini dibuat,” tulis staf FDA, seperti yang dikutip dari CNBC International, Senin (21/12/2020).

Tak hanya Bell’s palsy, dikutip dari Times of India, beberapa efek samping ringan juga dialami oleh relawan vaksin Covid-19 Moderna, diantaranya demam ringan, tangan pegal dan nyeri, serta kelelahan.

Sementara negara Indonesia sendiri akan menggunakan jenis vaksi sinovac. Dan vaksin tersebut pertama di Indonesia dikabarkan telah tiba pada hari Minggu (6/12/2020).

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Vaksin Corona buatan perusahaan Sinovac Biotech ini didatangkan secara bertahap menggunakan pesawat, mulai dari 1,2 juta dosis dalam pengiriman pertama.

Maraknya kabar vaksin COVID-19 pertama di Indonesia membuat sebagian orang penasaran. Salah satu hal yang sering ditanyakan adalah apakah vaksin aman digunakan, bebas dari efek samping berbahaya.

Sekretaris Eksekutif Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI), Dr dr Julitasari Sundoro, MSc-PH, menjelaskan memang ada efek samping dari vaksin COVID-19. Hanya saja efek samping yang dihasilkan tidak sampai membahayakan nyawa atau menimbulkan kecacatan.

“Misalnya efek samping lokal. Jadi nyeri pada tempat suntikan. Kita kan namanya dimasukkin jarum, dimasukkin vaksin, berarti ada reaksi lokal,” kata dr Julitasari dalam diskusi Tolak dan Tangkal Hoaks yang disiarkan kanal Youtube Forum Merdeka Barat 9, Senin (7/12/2020).

“Ada juga reaksi sistemik, misalnya pegal-pegal kemudian demam ringan. Tapi itu sangat kecil karena vaksin yang tiba ini adalah vaksin yang inactivated, vaksin yang mati. Jadi efek sampingnya itu jauh lebih kecil dari vaksin-vaksin lain yang live attenuated atau vaksin-vaksin hidup,” lanjutnya.

Sebelum menerima vaksin, dr Julitasari menyarankan agar seseorang berada dalam kondisi sehat. Tujuannya agar tubuh bisa menerima vaksin dengan baik.

“Jangan sampai nanti vaksin ini jadi kambing hitam (efek samping -red). Padahal dia memang sedang sakit, masa tunas, atau masa inkubasi,” pungkasnya. (*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: