Efisiensi Jateng Terbaik Nasional, Cegah Kebocoran 1,2 T

0
135
JATENG : Ganjar saat menerima penghargaan dari Menteri PAN-RB di Makasar (19/2)--(Foto--Istimewa)
JATENG : Ganjar saat menerima penghargaan dari Menteri PAN-RB di Makasar (19/2)--(Foto--Istimewa)

BNews–MAKASSAR – Provinsi Jawa Tengah berhasil mencegah kebocoran anggaran pada APBD 2018 hingga Rp1,2 triliun dan merupakan jumlah terbanyak secara Nasional. Atas prestasi ini Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) memberi penghargaan kepada Gubernur Jateng Ganjar Pranowo.

Efisiensi anggaran Jateng ini merupakan buah dari penerapan sistem e-planning dan e-budgeting melalui Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP). Penghargaan diterima Ganjar dari Menteri PANRB Syafruddin di Ballroom Hotel Four Points Makassar, Selasa (19/2/2019) siang.

Syafruddin mengatakan, Provinsi Jateng juga berhasil menaikkan nilai evaluasi dari semula BB menjadi A.

“Ini merupakan SAKIP Award yang ketiga. Jateng merupakan satu-satunya provinsi yang mendapat predikat A di wilayah III ini. Namun di wilayah lain, masih ada tiga provinsi lain di Indonesia yang memperoleh nilai A, yaitu Jawa Barat, Jawa Timur, dan Kalimantan Selatan. Efisiensi anggaran atas penggunaan SAKIP ini paling besar nilai efisiensinya adalah Provinsi Jateng, kemudian nomor duanya baru Yogyakarta,” katanya.

Melalui SAKIP, Pemprov Jateng berhasil memangkas ribuan kegiatan di tahun 2018. Sekitar 80,84 persen kegiatan di Jateng dipangkas, dari yang semula 4.646 kegiatan, hanya menjadi 890 kegiatan saja. Jateng sendiri juga mengembangkan perencanaan kegiatan terintegrasi melalui Government Resources Management System (GRMS).

Kepada wartawan saat diwawancara, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menyatakan keberhasilan meraih predikat A karena pihaknya belajar dari tahun sebelumnya. Jateng juga mencoba menyerap strategi provinsi lain sehingga mampu mencapai hasil maksimal tahun ini.

“Tinggal bagaimana komitmen kita semua untuk bersama-sama memperbaiki akuntabilitas dan kinerja,” kata Ganjar.

Ketika ditanya tentang efisiensi anggaran Provinsi Jateng yang paling tinggi dibandingkan provinsi lain, menurut Ganjar, bukan sesuatu yang harus dilebih-lebihkan. “Sebenarnya bukan tidak bagus tingkat efisiensi di provinsi-provinsi lain, tapi mungkin mereka lebih duluan lebih efisien dibandingkan Jateng,” ujarnya.

Ganjar menambahkan, kiat atau cara tepat untuk melakukan efisiensi anggaran adalah mulai dari perencanaan yang baik, mengukur kinerja, memastikan program-program yang dilaksanakan apakah sudah sesuai dengan perencanaan.

“Mengukurnya secara teknis gampang, yaitu apa program yang ada di depan maka dilihat bentuk kegiatan akhirnya apa. Kemudian kita kurangi kegiatan-kegiatan duplikasi, kegiatan yang tidak penting kita kurangi juga dan itu ternyata membuat efisiensi yang tinggi. Kuncinya sebenarnya adalah konsistensi dan rajin memelototi sebuah perencanaan hingga pelaksanaan,” terangnya.

Ganjar menuturkan, dengan diterapkannya SAKIP, maka terjadi sinkronisasi perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi yang terukur serta akuntabel. Dan yang paling penting, SAKIP ini dapat mengurangi kebocoran anggaran. “Efisiensi itu bisa kita alihkan untuk anggaran pendidikan, dan kita bisa berikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan sumber daya manusia,” tambahnya.

Sementara itu, hampir seluruh kepala daerah kabupaten dan kota di Jawa Tengah juga turut menghadiri SAKIP Award 2018 di Makassar. Seluruh kabupaten/kota di Jateng itu meraih penilaian B pada SAKIP Award 2018. Sementara Kabupaten Banyumas, Cilacap, Wonogiri, dan Kota Pekalongan meraih penilaian atau predikat BB (tingkat di atas B). (bn1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here