Gadis Kecil yang Dinikahi Syekh Puji Ternyata Warga Kabupaten Magelang

BNews—MAGELANG— Syekh Puji, pria kontroversial kembali membuat heboh. Dia dikabarkan kembali menikahi gadis dibawah umur. Kini kasusnya didalami oleh Polda Jawa Tengah setelah dilaporkan oleh keluarga syek Puji sendiri

Komisi Nasional Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait membenarkan hal tersebut. Menurutnya, aksi Syekh Puji menikahi anak di bawah umur tidak dibenarkan. Proses pernikahan siri itu, kata dia sudah terjadi 2016 lalu.

“Saya bisa memastikan dan percaya bahwa pihak penyidik di Reskrimum Polda Jateng yang telah mendapat pelaporan dari keluarga dekat Syech Puji dan didampingi oleh Tim Khusus Komnas Perlindungan Anak perwakilan Jawa Tengah di Semarang, dalam waktu dekat akan menindaklanjuti laporan tersebut bahkan menangkap dan menahannya,” ungkap Arist.

Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP2AKB) Jawa Tengah mengungkapkan pernikahan siri Syekh Puji dan D terjadi di Kabupaten Magelang pada tahun 2016. Kini ‘D’ masih terus dilakukan pemantauan oleh dinas terkait.

Kasus ini kemudian baru dilaporkan tahun 2020. “Kita sudah datangi anak tersebut beserta keluargannya memang benar sudah nikah siri empat tahun lalu. Tapi tinggal beda tempat, kita pantau terus setiap harinya. Anak itu aktifitas seperti biasa setiap hari sekolah diantar jemput oleh orang tuanya,” kata Kepala Bidang Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak DP2AKB Jateng Saptiwi Mumpuni seperti dilansir merdeka.com.

Terpisah, Polda Jawa Tengah sudah melakukan visum ‘D’ yang diduga telah dinikahi Syekh Puji. Pemeriksaan visum dilakukan untuk mengetahui apakah dia mengalami kekerasan seksual.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jateng, Kombes Pol Iskandar F Sutisna mengatakan, hasil visum yang dilakukan dokter menyebutkan, tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual terhadap anak perempuan berinisial ‘D’. “Selaput daranya masih bagus. Tidak ada tanda-tanda kekerasan seksual,” ungkap Iskandar.

Loading...

Iskandar menambahkan selain telah melakukan pemeriksaan visum, penyidik Polda Jateng juga telah meminta keterangan para saksi. Total ada 6 saksi yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan terkait kasus tersebut. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: