Ganjar Tegaskan Apel Kebangsaan Bukan Untuk Kampanye Pilpres Melainkan Persatuan Bangsa

BNews—MAGELANG— Tudingan Apel Kebangsaan dimanfaatkan untuk kampanye salah satu paslon Pilpres ditepis oleh Gubernur Ganjar Pranowo.

BNews—MAGELANG— Tudingan Apel Kebangsaan dimanfaatkan untuk kampanye salah satu paslon Pilpres ditepis oleh Gubernur Ganjar Pranowo. Orang nomor satu di Jateng itu menilai apel tersebut murni untuk menunjukkan kecintaan kepada Indonesia.

Untuk itu, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengajak masyarakat hadir pada gelaran Apel Kebangsaan Kita Merah Putih pada Minggu (17/3) mendatang. Apapun latar belakangnya bahkan apapun pandangan politiknya. Sebab Apel Kebangsaan ini untuk menunjukkan semua cinta Indonesia, cinta Jawa Tengah.

Ganjar pun mengaku tak mempermasalahkan sejumlah pihak yang protes penyelenggaraan Apel Kebangsaan tersebut. Bahkan ia mengundang seluruh warga bergabung, apapun pilihan politiknya, bukan untuk mencaci tapi saling memuji.

Protes dilancarkan terkait penyelenggaraan Apel Kebangsaan Kita Merah Putih yang akan digelar di lapangan Pancasila Simpang Lima Semarang, itu menyinggung soal pendanaan yang mencapai Rp18 miliar dan kampanye terselubung salah satu capres. Soal pendanaan, Ganjar Pranowo memastikan telah sesuai prosedur dan bahkan sangat terbuka.

“Kami sangat transparan maka siapapun bisa melihat. Soal tidak sepakat dengan jumlah monggo. Tapi kami harus menghadirkan seluruh masyarakat di Jawa Tengah,” kata Ganjar, Jumat (15/3/2019).

Soal besar atau kecilnya anggaran kegiatan, menurut Ganjar itu relatif. Karena acara tersebut bakal dihadiri sampai 130.000 warga Jawa Tengah dari 35 kabupaten kota. Namun jika ada asumsi atau tuduhan dana penyelenggaraan itu dikorupsi, itu tidak benar.

“Kalau Anda tahu, (dana) itu untuk mereka semua. Target kita 100 ribu. Dihitung lagi ternyata 130 ribu. Yang lain asumsi, katanya mau dikorupsi. Kalau kami mau sembunyi sembunyi nggak kami bukak kok. Makanya semua orang bisa buka, itu hebatnya (transparansi) Jawa Tengah. Makanya kita buka untuk dikritisi. Soal tidak sepakat jumlah nggak apa-apa. Tapi kita bisa jelaskan,” katanya.

Terkait tuduhan kampanye terselubung, Ganjar menegaskan bahwa kegiatan ini tidak ada motivasi politik praktis meskipun diselenggarakan menjelang pemilu, apalagi untuk dukung salah satu pasangan calon presiden. Dia pun mengajak agar semua hadir, termasuk yang mengkritisi acara ini.

“Justru menjelang pemilu. Kami tidak mau Jawa Tengah dirobek-robek. Maka kita hadirkan semua orang. Makanya kalau ada orang marah-marah ini kampanye terselubung, lho yang mana (dukungan) capres tertentu. Maka kita undang semuanya. Mereka yang belum punya hak pilih kita undang sehingga kita bisa menanamkan itu. Siapapun boleh datang, tapi kami berprinsip bertanggungjawab ini kerja kita bersama,” katanya.

Ganjar menjelaskan terselenggaranya acara ini sebagai bentuk kekhawatirannya terhadap banyaknya fitnah, hoaks maupun ujaran kebencian yang terjadi akhir-akhir ini, khususnya di Jawa Tengah. Yang membuat Ganjar makin gelisah, hal-hal negatif tersebut justru tersebar saat menjelang pemilu.

“Ingat Jawa Tengah selama ini aman dan baik-baik. Tapi hari ini kita sangat terganggu dengan intensitas tinggi hoaks dan pembakaran di Jawa Tengah. Sampai hari ini belum ketangkep pelakunya. Apa artinya, kami tidak mau kita dirobek robek. Maka kita buat acara itu agar kita semua bisa bersatu. Tidak ada kepentingan politik,” katanya.

Namun Ganjar menyayangkan semua kritikan itu dilontarkan oleh pihak-pihak yang secara pilihan politik berbeda dengan dirinya. Untuk meminimalisir acara tersebut dipolitisasi, juga telah diinstruksikan pelarangan membawa atribut partai.

“Memang saya sedih, di medsos (yang protes) ternyata dari satu kelompok yang kebetulan berbeda pandangan politik dengan saya. Padahal menurut saya mereka hadir pun boleh. Makanya (yang hadir) kita larang menggunakan atribut politik dan capres. Makanya ikut aja, ikut bareng agar itu kepentingan kita bersama. Yuk kita saling puji di tempat itu yuk. Menurut saya akan jauh lebih baik itu. Jadi asyik gitu,” katanya.

Ganjar berharap dengan adanya kegiatan Apel Kebangsaan Kita Merah Putih itu, bisa memberikan nuansa sejuk pada Pilpres mendatang. Karena di panggung itu hanya ada satu suara, Indonesia.

“Coba lihat kita dari kampanye capres ini ada gak dua-duanya yang saling mendukung? Menunjukkan kebaikan, mengakui program masing-masing? Ada nggak? Tunjukkan saja dua kandidat ini masing-masing baik, partai-partai masing-masing baik, nggak usah menjelekkan yang lain. Kan asyik, perdebatan juga menjadi menarik,” katanya.

Untuk yang mengait-ngaitkan pengisi acara dengan salah satu pasangan calon presiden, Ganjar menegaskan siapapun dilarang membawa dukungannya di atas panggung Apel Kebangsaan Kita Merah Putih.

“Ya nanti kita omongin aja, kamu bicara sebagai artis,” katanya. (lhr/bsn)

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: