Ganti Rugi Lahan Proyek MAJT Sawitan Cair, Warga Terima Hingga Miliaran Rupiah

BNews–MAGELANG– Perkembangan proyek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) di Sawitan Kota Mungkid selangkah lebih siap. Dimana untuk pengadaan lahan sudah tahap penyelesaian pembayaran.

“Jadi pada prinsipnya sudah selesai untuk pengadaan lahan untuk MAJT tersebut. Dimana semua warga sudah menerima dengan harga yang sudah ditentukan,” ungkap Kepala Bidang Penataan Ruang dan Pertanahan DPUPR Kabupaten Magelang, Adang Atfan Ludhantono saat ditemui Borobudurnews.com di kantornya (6/1/2022).

Ia menyebutkan tahap terakhir kesepakatan resminya akhirnya Desember 2021 lalu. “Resminya kesepakatan harga pada 24 Desember 2021 lalu. Setelah melalui tiga kali musyawarah bersama warga tedampak proyek MAJT,” imbuhnya.

Tidak berhenti disitu, lanjut Adang setelah nilai ganti rugi disepakati warga atau pemilik lahan bangunan terdampak MAJT menandatangani berita acara di BPN. “Setelah itu proses pembayaran juga dimulai dengan pentrasferan kepada rekening warga,” ujarnya.

Meski demikian kata Adang, masih ada satu bidang yang belum lunas pembayarannya. Hal itu karena nilai nominalnya cukup tinggi.

“Sampai saat ini informasi yang kami terima yang sudah terbayarkan sekitar Rp 40 Miliar dan total sekitar Rp 42 miliar sekia,” tegasnya.

Ditanya nominal yang diterima warga, Adang memaparkan ganti rugi paling sedikit sekitar Rp 200 juta dan paling banyak yang diterima warga Rp 8 Miliar.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Untuk yang Rp 200 juta kios tukang cukur pinggir jalan itu. Karena memang luas lahan dan bangunannya kecil. Sementara yang Rp 8 miliar ini termasuk yang belum selesai pembayarannya, namun akan diselesaikan di tahun 2022 ini. Dan rata-rata diterima ya Rp 2 sampai 3 Miliar,” paparnya.

Sedangkan tahapan untuk pembangunan sendiri, Adang belum bisa memastikan kapan dimulainya. “Meskipun untuk pengadaan lahan sudah selesai, namun masih ada sejumlah berkas yang harus dilengkapi. Belum lagi proses lelang proyek juga belum dibuka, saya rasa tiga bulan kedepan belum dimulai,” ungkapnya.

Meski demikian nantinya pembangunan dimulai, tambah Adang prosesnya akan dimulai di lahan-lahan ujung yang kosong dan tidak berpenghuni atau buat usaha. “Jadi nanti bertahap, tidak serta merta langsung suruh pindah semua. Mulai lahan kosong, agar produktifitasnya warga juga masih bisa berjalan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: