Gara gara Puber Kedua di Kabupaten Magelang Ada 2087 Duda dan Janda Baru

BNews–MUNGKID— Perceraian di Kabupaten Magelang meningkat disbanding tahun 2018. Di tahun 2019 lalu selama setahun Pengadilan Agama (PA) Kota Mungkid mencatat 2087 kasus pisah suami istri tersebut.

Humas Pengadilan Agama Kota Mungkid Maskruhin menyebut kasus perceraian di Kabupaten Magelang tergolong tinggi. “Untuk penyebab tertinggi terjadinya perceraian akibat pertengkaran ataupun cekcok yang dilakukan suami istri,” ungkap dia, kemarin.

Disebutkannya, untuk kasus perceraian yang disebabkan pertengkaran paling mendominasi. “Terdapat 1674 kasus gugatan perceraian,” kata dia.

Untuk alasan penyebab perceraian diantaranya 330 kasus akibat meninggalkan salah satu pihak. 65 kasus akibat permasalahan ekonomi. Sisanya ada permasalahan kekerasan dalam rumah tangga dan kematian,” imbuhnya.

Kasus perceraian ini, kata dia dibagi menjadi dua. Cerai talak yang diajukan oleh pria. Kemudia cerai gugat yang diajukan oleh pihak istri.

Kasus perceraian tersebut kebanyakan dalam usia puberitas kedua. “Rata rata yang mengajukan cerai ketika suami dan istri berusia 40-50 tahun,” jelasnya.

Disebutkan juga bahwa pada tahun 2019 ini kasus perceraian cukup mengalami sedikit peningkatan. “Pada tahun 2018 ada 2026 kasus. Sementara selama tahun 2019 mencapai 2087 kasus perceraian di Kabupaten Magelang,” pungkasnya. (*/bsn)

Penulis : Wahid Fahrur Annas (Mahasiswa Magang IAIN Purwokerto)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: