Harlah NU Magelang Digelar Sederhana Tapi Penuh Makna

BNews–MUNGKID– Peringati hari lahir Nahdlatul Ulama yang ke 97, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama Kabupaten Magelang mengadakan Istighosah dan Tasyakuran (11/3/2020). Bertempat di Aula Lintang Songo, Gedung PCNU Kabupaten Magelang, acara dihadiri ratusan jamaah dan pengurus.

Sejumlah tokoh pengurus PCNU Kabupaten Magelang hadir dalam acara tersebut. Mereka diantaranya KH Toha Mansur (Rois Syuriah) beserta jajaran syuriah, KH. Ahmad Izzudin, (Ketua Tanfidziyah) beserta jajaran tanfidziyah. Dan juga Badan Otonom NU yang terdiri dari Muslimat, Fatayat, GP Ansor, Banser, IPNU dan IPPNU tingkat cabang dan anak cabang se Kabupaten Magelang

Turut hadir dalam acara tersebut segenap jajaran Mustasyar NU Kabupaten Magelang diantaranya KH. R. Muhaimin Asnawi, KH. M. Sholichun, KH. Afifudin, KH. Isnadi, Ada juga KH. Minanurrohman Anshori. Serta Kapolres Magelang AKBP Pungky Bhuana Santosa sebagai tamu undangan.

Dalam sambutannya M. Sholichun mengingatkan tentang perkataan KH. Hasyim Asyari bahwa siapa orang mengurusi NU, akan dianggap santrinya mbah hasyim. “Siapa dianggap santrinya Mbah Hasyim akan didoakan anak cucunya khusnul khotimah,” katanta.

Pada acara istighosah dipimpin oleh KH. M. Solichun serta doa secara bergantian dipimpin oleh jajaran mustasyar. “Kita berdoa bersama-sama demi keslematan seluruh umat muslim di Dunia, khususnya Indonesia. Dan tentunya seluruh masyarakat Indonesia agar terjaga dari segala musibah,” imbuhnya.

Di akhir sesi, tasyakuran di warnai dengan tumpengan nasi kuning sebagai momentum hari lahir yang diperingati sebagai bentuk rasa syukur bahwa NU bertambah usia tepatnya berumur 97. “Tiga tahun lagi organisasi ini tepat 1 abad umurnya. Momentum ihtifal ini layak diabadikan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: