Breaking News
light_mode
Beranda » Berita Utama » HEBOH !! 10 Pelajar Asal Jabar Dipergoki Lompat Pagar Masuk Candi Prambanan, Ngaku Bokek

HEBOH !! 10 Pelajar Asal Jabar Dipergoki Lompat Pagar Masuk Candi Prambanan, Ngaku Bokek

  • calendar_month Sel, 30 Des 2025

BNews-JATENG – Sebanyak 10 pelajar dari Jawa Barat diamankan petugas keamanan setelah dipergoki tengah melompati pagar pembatas kawasan Candi Prambanan, Klaten, Jawa Tengah.

Aksi nekat remaja ini terjadi karena alasan tidak punya uang untuk membeli tiket masuk.

Peristiwa tersebut berlangsung sekitar pukul 10.00 WIB di sisi selatan area Candi Prambanan. Petugas Taman Wisata Candi (TWC) Prambanan; melihat sekelompok pelajar menerobos masuk dengan cara melompati pagar di dekat kantor penerangan candi.

Kapolsek Prambanan AKP Nyoto menjelaskan, para pelajar yang dipergoki kemudian langsung diamankan; dan diserahkan kepada Polsek Prambanan bersama unsur terkait untuk dilakukan pendataan dan pembinaan.

Dari hasil pendataan, diketahui seluruh pelajar — yang masih berstatus siswa SMP dan SMA — berasal dari Desa Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.

Mereka mengaku nekat masuk kawasan candi karena ingin langsung melihat serta berfoto di lokasi, tetapi tidak memiliki biaya untuk membeli tiket masuk.

“Diserahkan untuk dilakukan pendataan serta pembinaan ke Polsek. Bersama personel kepolisian, Bhabinkamtibmas, dan unsur terkait segera mendatangi lokasi guna memastikan situasi tetap aman dan kondusif,” lanjut Nyoto.

CEK BERITA UPDATE LAINNYA DISINI (KLIK)

Dalam penanganan kasus ini, petugas mengedepankan pendekatan persuasif dan edukatif. Sebelum diserahkan kepada Dinas Sosial Kabupaten Klaten; para pelajar bahkan diberikan kesempatan untuk berfoto dengan latar belakang Candi Prambanan di bawah pengawasan petugas sebagai bagian dari pembinaan.

“Para pelajar diberi kesempatan untuk berfoto dengan latar belakang Candi Prambanan di bawah pengawasan petugas sebagai bagian dari pembinaan dan edukasi. Alhamdulillah sebagian orang tua mereka berhasil kami hubungi, dan selanjutnya kami lakukan pembinaan bersama relawan Forkap serta Dinas Sosial Kabupaten Klaten untuk proses pengembalian ke kampung halaman di Jawa Barat,” jelas Nyoto.

Setelah pembinaan, para pelajar menyatakan menyesal dan berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa.

Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan KB Kabupaten Klaten, Puspo Enggar Hastuti, menyampaikan bahwa tujuh dari 10 remaja itu berasal dari Cianjur dan tiga lainnya dari Sukabumi.

Mereka kini dititipkan di rumah singgah sambil menunggu koordinasi lebih lanjut dengan dinas sosial asal masing-masing . (*)

About The Author

Embed HTML not available.
  • Penulis: Marisa Oktavani

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Rekomendasi Untuk Anda

expand_less