Hewan Predator Perlu Dilindungi Untuk Memberantas Hama Pertanian

TIM : Mahasiswi UNTIDAR Fakultas Pertanian saat melakukan observasi di Bandongan Magelang (17/12)--(Foto--Istimewa)

TIM : Mahasiswi UNTIDAR Fakultas Pertanian saat melakukan observasi di Bandongan Magelang (17/12)--(Foto--Istimewa)

BNews—BANDONGAN—Mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Tidar (UNTIDAR) Magelang membuat opini bahwa perlindungan dan penambahan hewan predator sangat membantu dalam pengendalian hama pertanian. Oleh sebab itu mereka melakukan observasi di lahan pertanian Dusun Sindon Desa Trasan Kecamatan Bandongan Kabupaten Magelang karena beberapa tahun terakhir panen petani disana tidak maksimal karena hama.

 

Observasi ini dilakukan oleh tiga mahasiswa Unitidar yakni Muhamad Sodikul Amin, Anis Vera dan Erina Evitayanti. Obeservasi tersebut berupaya menemukan titik permasalahan mengenai gagal panen di lahan pertanian warga tersebut.

 

Salah satu dari mahasiswa tersebut, Anis Vera mengatakan bahwa sebenarnya kegagalan penen tersebut dipicu oleh karena serangan hama tikus yang benar-benar tidak terkendali.

 

“Bahkan pada tahun 2014 sendiri, para petani di Dusun Sindon sempat berhasil menangkap sekitar 2500 ekor tikus menggunakan sistem Trap Barier Gubug (TBG),” katanya (17/12).

 

Dari data yang telah dihimpun, jumlah predator hama sangat tidak seimbang dengan jumlah hamanya, sehingga hasil panen di Dusun Sindon mengalami penurunan drastis, bahkan menimbulkan gagal panen yang berkepanjangan. “Menurut observasi kami, predator hama ini mengalami penurunan karena dampak dari perburuan yang dilakukan oleh manusia,” jelas Anis.

 

Adapun predator hama yang sering menjadi perburuan manusia ini antara lain, burung hantu, burung alap-alap, dan ular. Oleh sebab itu tim observasi UNTIDAR bersependapat bahwa, sangatlah penting tentang adanya peran serta Pemerintah dalam membuat peraturan perundang-undangan mengenai perlindungan terhadap hewan predator dalam ekosistem pertanian.


 

“Selain melindungi hewan predator mungkin juga bisa ditambah jumlah predatornya seperti burung Tyto Alba, dan hal ini jika bisa berjalan akan sangat berdampak positif bagi petani,” pungkasnya. (bsn)

error: Content is protected !!