Hore…Gajah di Borobudur Tak Lagi Ditunggangi Wisatawan, Intip Kegiatan Mereka

BNews—BOROBUDUR— Petizi penolakan atraksi tunggang gajah di Wilayah Candi Borobudur direspon baik pihak pengelola. Mereka kemudian tidak lagi menjual paket naik gajah.

Sebelumnya petisi akhiri atraksi tunggang gajah di Borobudur sempat viral. Banyak nitizen memprotes kebijakan itu.

Petisi dinisiasi oleh artis sekaligus pecinta satwa Melanie Subono sejak 2019 lalu. Kini kelima gajah di Borobudur pun tak lagi bisa ditunggangi.

Gajah gajah pandai di Borobudur itu kini memiliki kesibukan beragam. Mereka adalah Sella, Echa, Endra, Lisa, dan Bona.

Kesehariannya, mereka tinggal di kandang menikmati rumput segar yang diberikan pawang gajah. Juga makanan pendamping seperti wortel, kacang panjang, dan timun juga diberikan sebagai kudapan.

Dilansir bisniscom mengisi waktu luang setelah tidak lagi menjadi gajah tunggang, Sella yang merupakan gajah paling cerdas di antara mereka mempunyai kegiatan lain yaitu belajar melukis.

Di bawah bimbingan ‘Mahout’ atau pawang gajah Maidi, 47, dan Andi Kurniawan, 29, Sella belajar menggunakan kuas dan cat air untuk membuat lukisan di taman Lumbini Kompleks Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur.

Loading...

Sella mengikuti latihan itu didampingi oleh Echa untuk membuatnya lebih rileks. Kondisi santai bagi gajah itu juga didukung dengan sepinya lingkungan sekitar akibat ditutupnya kawasan wisata TWC Borobudur untuk mencegah penyebaran pandemi COVID-19.

Kegiatan gajah melukis merupakan salah satu program TWC Borobudur untuk menyuguhkan wisata alternatif di candi Borobudur jika sudah dibuka kembali untuk umum. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: