Ikuti Google Maps, Truk Muatan Pocari Sweat Terguling di Jalan Alternatif

BNews—JATENG— Truk tronton bermuatan minuman isotonik Pocari Sweat terguling di jalan tembus Tawangmangu-Magetan, pada Jumat (22/1) pukul 04.05WIB. Diduga tidak menguasai medan dan baru pertama melintasi jalan tersebut, sang sopir menggunakan aplikasi Google Maps hingga berakibat kecelakaan.

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian itu. Tetapi, sopi truk, Baskoro, 51, mengalami luka pada bagian tangan kanan. Saat ini, warga warga Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor itu masih mendapat penanganan di RSUD dr Moewardi, Kota Solo.

Truk berpelat nomor B 9650 KEU itu terguling dengan posisi ban di atas. Akibat kejadian itu, muatan berserakan nyaris memenuhi jalan yang menjadi jalur alternatif dari Tawangmangu ke Magetan maupun sebaliknya.

Lokasi kecelakan tepat berada di depan rumah makan (RM) Legender. Tepatnya di Kelurahan Blumbang, Kecamatan Tawangmangu.

Kapolsek Tawangmangu, AKP Ismugiyanto, mewakili Kapolres Karanganyar, AKBP Muchammad Syafi Maulla, menyampaikan kendaraan berangkat dari Pasuruan, Jawa Timur, menuju salah satu pabrik di Kecamatan Colomadu. 

”Kali pertama kami fokus mengevakuasi sopir truk. Kondisinya selamat dan dibawa ke rumah sakit. Berikutnya kami mengevakuasi truk tronton menggunakan mobil crane. Sudah berhasil dievakuasi dan dibawa ke Unit Laka Satlantas Polres Karanganyar,” katanya seperti dikutip Solopos.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

Kanit Laka Satlantas Polres Karanganyar, Ipda Widya S Putri menambahkan, kendaraan melintas dari arah timur atau Magetan menuju ke arah barat atau Tawangmangu. Namun, sampai di lokasi kejadian, diduga sopir tidak dapat mengendalikan laju kendaraan. Kondisi jalan di sekitar lokasi kejadian itu menikung.

Dugaan awal, kendaraan mengalami rem blong. ”Karena tidak dapat menguasai laju kendaraan. Sopir banting setir ke kanan dan terguling,” ujarnya.

Kapolsek menyampaikan bahwa sopir truk menggunakan aplikasi Google Maps sehingga dari Pasuruan ke Colomadu diarahkan melalui Tawangmangu. Is menyebut bahwa sopir tersebut kali pertama melintas di jalan tembus itu sehingga diduga tidak menguasai medan.

“Sopir seorang diri, enggak bersama kernet. Dia lewat sini baru sekali ini. Katanya karena pakai Google Maps. Manut Google Maps diarahkan ke jalan tembus. Biasanya kirim barang itu lewat Madiun,” pungkasnya. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: