Ini Hasil Rapid Test Massal Pengunjung Indogrosir Sleman

BNews—JOGJAKARTA— Sebanyak 348 penunjung Indogrosir menjalani rapid test massal tahap kedua. Ratusan warga sleman itu merupakan pengunjung yang berbelanja pada rentang periode 19 April hingga 4 Mei 2020.

Hasil rapid test yang dilaksanakan di GOR Pangukan Sleman, kemarin (19/5), 18 orang dari jumlah tersebut dinyatakan reaktif. Mereka yang reaktif akan difasilitasi petugas puskesmas sesuai wilayah domisili untuk diantar ke pusat karantina kesehatan di Asrama Haji Jogjakarta.

”Rapid test kali ini diadakan khusus untuk masyarakat yang telah mengikuti rangkaian RDT tahap pertama, namun memiliki hasil nonreaktif,” kata Kelapa Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman Joko Hastaryo.

Jelas Joko, rapid test tahap kedua ini akan dilakukan selama tiga hari. Hari pertama dilaksanakan Selasa (19/5), hari kedua Rabu (20/5) dan terakhir Rabu (27/5).

”Hari ketiga diundur pada tanggal 27 Mei setelah lebaran dan akan digabung dengan rapid test ASN tahap dua,” jelasnya.

Joko menyampaikan bila total pengunjung warga Sleman yang melakukan rapid test tahap pertama berjumlah 1.227 peserta. Dan yang dinyatakan reaktif pada RDT tahap pertama ada 52 orang.

Sebelumnya dari hasil SWAB ke karyawan Indogrosir, sejauh ini ada 35 orang yang dinyatakan positif. Termasuk pasien kasus 79.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Jumlah tersebut dari karyawan yang tersebar di Sleman maupun kabupaten/ kota lainnya di wilayah DI Jogjakarta. Bagi mereka yang dinyatakan positif, maka dipindah ke RS sesuai domisili untuk penanganan lebih lanjut.

Joko mengungkapkan bahwa RS Sleman berkapasitas 117 kasur dan masih bisa menampung pasien positif dari klaster Indogrosir. Adapun klaster Indogrosir ini muncul setelah diketahui pasien kasus 79 merupakan karyawan supermarket tersebut.

”Maka dari itu, pemerintah mulai melakukan rapid test massal kepada seluruh karyawan dan pengunjung supermarket,” ungkapnya.

Disinggung bagaimana pasien kasus 79 dapat tertular covid-19, Joko mengaku belum mengetahui.

”Sebetulnya karyawan positif nomor 79 belum diketahui tertular dari mana. Pihak manajemen punya keyakinan tertular dari pengunjung. Dengan adanya 34 karyawan lain yang positif, maka bisa jadi penularannya antar karyawan,” ucapnya.

”Kontak antarkaryawan erat sekali, misalnya ketika makan bersama dan tidak memakai masker, kemungkinan terjadi penularannya,” sambung dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: