Ini Penjelasan Lengkap Panitia Pasar Malam Muntilan

BNews–MUNGKID– Kegiatan penertiban yang direncakan oleh Pemkab Magelang mendapat reaksi dari panitia pelaksana pasar malam. Mereka menilai Pemkab inkonsisten lantaran sebelumnya sudah pembicaraan meski dalam bentuk lesan.
     Ketua Panitia Rizca Irawan membeberkan kronologi rencana pasar malam kepada Borobudurnews.com. “Awalnya kita pemuda di sekitar pasar ini merasa hanya ingin memanfaatkan lahan kosong ini untuk memberikan hiburan kepada masyarakat mengingat pembangunan pasar tidak kunjung ada kejelasan,” kata dia.
     Dari obrolan ringan itu, kemudian terbentuklah panitia yang kemudian memproses ijin kegiatan. “Kita ketemu dengan petugas Dinas Pasar dan BPPKAD (aset), mereka kemudian memberikan persetujuan meski hanya lesan dan kita bisa memulai berproses,” kata dia.
Pihaknya kemudian menurunkan alat berat untuk meratakan lokasi. “Jelas tidak mungkin kita harus menyewa alat berat hingga Rp 30 juta kalau tidak ada lampu hijau dari Pemkab,” katanya.
Setelah berproses hampir 80 persen, pihaknya merasa kaget banyak isu yang dihembuskan yang kemudian dinilainya membuat Pemkab berubah pikiran. Pihaknya kemudian diberikan surat yang isinya melarang pendirian pasar malam.
 “Saat memberikan surat itu bahkan ada yang aneh, saya diberi surat kemudian surat ditarik lagi oleh pegawai Pemda,” kata dia.
 Selain itu, ada juga isu yang membenturkan dengan pedagang pasar Muntilan. “Pedagang pasar itu kan mempersoalkan kenapa tidak segera dibangun pasarnya. Nah kita ini ingin memberikan kesempatan pedagang juga untuk berjualan di pasar malam sekaligus memberikan hiburan ke masyarakat,” kata dia.
Dia juga mengatakan banyak pedagang yang setuju didikannya pasar Malam. Menbingat mereka juga bisa berjualan di pasar malam untuk membantu memulihkan ekonomi yang terpuruk selama di pasar penampungan.
Untuk itu, dia berharap Pemkab konsisten dengan ucapan yang disampaikan kepada panitia di awal proses ijin. Karena sejak awal mereka menjanjikan bisa beroperasi. “Beda kalau sejak awal kita dilarang tentu kita tidak berproses sampai sekarang,” papar dia. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: