Ini Vonis Hukuman 3 Warga Penolak Pemakaman Perawat RS Kariadi Positif Corona

BNews—JATENG— Masih ingat dengan kasus penolakan jenazah perawat RSUP dr Kariadi terpapar covid yang terjadi April 2020 lalu? Ketiga terdakwa penolak pemakaman jenazah di Kabupaten Semarang itu kini telah dipenjara.

Mereka dijatuhi vonis penjara selama empat bulan oleh Pengadilan Negeri Ungaran, Senin (27/7). Vonis yang dibacakan hakim lebih ringan tiga bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum.

Ketiga pelaku yang kini berstatus terpidana itu adalah Tri Atmojo Hanggono Purbosari, Bambang Sugeng Santoso dan Sutiadi. Mereka pun menyatakan menerima keputusan tersebut.

Majelis hakim yang diketuai Muhammad Ikhsan Fathoni mengatakan para terdakwa terbukti bersalah. Mereka menghalangi pelaksanaan penanggulangan wabah dengan menolak pemakaman jenazah covid-19.

”Menjatuhkan pidana penjara masing-masing selama empat bulan penjara dan denda Rp100 ribu subsider satu bulan kurungan,” ujar Ikhsan dalam amar putusannya.

Masa penahanan para terpidana juga dipotong masa tahanan yang telah dijalani. Dengan demikian, mereka hanya tinggal menjalani masa hukuman selama 15 hari, karena sudah ditahan sejak April lalu.

Kuasa hukum terpidana Kusumandityo mengatakan, telah berdiskudi dengan kliennya. Dan menyatakan menerima putusan tersebut.

”Meski kami sempat ada perbedaan pendapat mengenai arti kata menghalangi pemakaman, menurut kami menghalangi itu dalam arti fisik. Tapi, karena klien menyatakan menerima, kami tidak akan melakukan banding,” terangnya.

Kusumandityo juga menyatakan kliennya kembali menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat atas kejadian di TPU Siwakul, Ungaran, Kabupaten Semarang itu.

Sebelumnya, ketiga terpidana dianggap melakukan provokasi penolakan pemakaman jenazah perawat RSUP dr Kariadi Semarang, Nuria Kurniasih, yang meninggal akibat terpapar covid.

Nuria Kurniasih yang meninggal pada 9 April lalu rencana dimakamkan di TPU Siwakul, berdekatan dengan makam sang ayah. Namun, adanya penolakan itu jenazah perawat tersebut akhirnya dipindahkan ke kompleks permakaman Bergota. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: