Jadi Calo CPNS Mantan Sekcam Kajoran Tipu Korban Ratusan Juta

BNews—MUNGKID—Polres Magelang berhasil amankan pelaku penipuan menjanjikan menjadi PNS di wilayah hukum  Salaman Kabupaten Magelang. Pelaku yakni Abudhari Triputro, 62 warga Krapyak Desa Paremono Kecamatan Mungkid yang merupakan pensiuanan Sekcam Kajoran tahun 2009.

Kapolres Magelang AKBP Yudhianto Adhi Nugroho saat ungkap kasus siang ini di Mako Polres Magelang mengatakan bahwa kasus ini bermula pada tahun 2012 lalu dikala pelaku menjanjikan kepada enam korban menjadi CPNS. “Modus pelaku tersebut yakni dimana saat itu pelaku tinggal di wilayah Salaman, dan para korban ini menemuinya di rumahnya untuk menyerahkan berkas dan bukti transfer uang dengan berbagai nominal kepada pelaku,” katanya (16/7).

Para korban ini mentrasfer sejumlah uang dengan nominal yang berbeda-beda. “Ada yang baru mentrasfer Rp 80 juta, Rp 85 juta, Rp 60 juta dengan total mencapai Rp 570 juta diterima oleh pelaku ini,” imbuhnya.

Pelaku ini menjanjikan kepada korban bisa diterima menjadi PNS setelah berkas lamaran CPNS dikirim oleh pelaku melalui pos ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Pusat. “Pelaku ini juga sempat meminta kepada para korban untuk membeli seragram korpri PNS agar sewaktu-waktu dilantik sudah siap, padahal hal tersebut merupakan salah satu modus menyakinkan korban,” paparnya.

Loading...

Semenjak saat itu korban masih mau menunggu, namun setelah awal tahun 2019 baru sadar bahwa menjadi korban penipuan. “Pada Januari 2019 pelaku dilaporkan oleh para korban di Polsek Salaman, dan pada 11 Juli 2019 sekitar pukul 01.00 wib pelaku diamankan oleh Unit Reskrim Polsek Salaman di rumah istri sirihnya di Desa Trirenggo Kecamatan Bantul Kabupaten Bantul Yogyakarta,” ungkap Kapolres Magelang.

Selanjutnya Pelaku dibawa ke Polsek Salaman untuk menyelidikan lebih lanjut kemudian dibawa ke Polres Magelang. “Dalam proses pengamaan pelaku dan pengembangan, beberapa barang bukti juga berhasil diamankan yakni Sepeda motore Honda Vario 125 warna hitam berikut BPKB, STNK dan kunci kontak dimana pembeliannya dari hasil uang penipuan tersebut, Satu buku tabungan BRI atas nama  Tersangka dan tuju) lembar bukti transfer ke Rekening Bank BRI Tersangka,” terangnya.

“Akibat perbuatanya tersangka dijerat Pasal 378 KUHP dan atau 372 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 4 Tahun,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: