Jangan Mudik, KAI Siap Kirim Barang ke Kampung Halaman Mulai Rp200 Perkilogram

BNews—NASIONAL— Pemerintah pusat mengeluarkan peraturan larangan mudik hingga pembatasan transportasi di musim mudik Idul Fitri 1441H untuk mempersempit persebaran virus corona. Meski masyarakat perantauan diminta menunda mudik, bukan berarti mereka tidak bisa mengirimkan barang atau oleh-oleh ke kampung halaman.

Menangkap fenomena tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) telah menyiapkan layanan Perjalanan Kereta Api Luar Biasa (KLB). Tujuannya untuk membantu masyarakat mengirimkan barang ke berbagai tujuan di Pulau Jawa menjelang Hari Raya Idul Fitri.

VP Public Relations KAI Joni Martinus mengatakan, layanan perjalanan KLB ini akan mengangkut kiriman barang untuk berbagai segmen. Mulai dari Usaha Mikro, Kecil dan Menegah (UMKM) hingga perusahaan besar dengan biaya yang menarik.

Ia mengatakan, pengiriman barang untuk relasi Madiun-Surabaya hanya dipatok Rp200 perkilogram, Jakarta-Surabaya Rp1.500 perkilogram. Setiap barang yang diangkut dikenakan tarif minimal 5 kilogram.

”Kami berharap layanan ini dapat membantu masyarakat berbagi kebahagiaan dengan handai taulan di kampung halaman di hari kemenangan. Meskipun tidak dapat bertemu secara fisik,” kata Joni, Kamis (21/5).

Untuk layanan tersebut, KAI menyiapkan gerbong bagasi berkapasitas 20 ton. Adapun stasiun yang melayani angkutan barang menggunakan KLB adalah Stasiun Jakarta Kota, Cirebon, Semarang Tawang, Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Madiun dan Surabaya Pasarturi .

”Tujuannya agar semakin banyak barang yang didistribusikan dengan kereta api. Dimana angkutan barang dengan kereta api memiliki keunggulan berupa aman, tepat waktu dan efisien,” jelasnya.

Sejak dibuka 12 Mei lalu, sudah 25 ton barang yang dikirimkan masyarakat melalui KLB hingga 19 Mei. Rute yang menjadi favorit pengiriman adalah Jakarta-Surabaya dengan volume barang kiriman mencapai 12.742 kilogram.

”Pada periode tersebut masyarakat sudah mengirimkan paket, makanan olahan, sepeda, motor dan barang-barang lainnya menggunakan kereta api,” pungkas dia. (han)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: