Jelang Lebaran, Pemkab Magelang Pastikan Stok Sembako Di Wilayahnya Aman

BNews–MAGELANG– Pemkab Magelang meminta kesiapan masing-masing OPD sesuai fungsinnya menjelang hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah atau lebaran. Yakni dalam persiapan penyelenggaraan, pemantauan maupun pengendalian menjelang lebaran.

Bupati Magelang melalui, Sekretaris Daerah, Adi Waryanto menjelaskan, ada beberapa poin penting yang perlu diperhatikan terkait hal tersebut. Antara lain mengenai keselamatan keamanan kelancaran dan ketertiban lalu lintas dan transportasi di jalan.

Kemudian, lanjutnya yakni pemenuhan dan ketersediaan distribusi kebutuhan pokok masyarakat, pemenuhan distribusi bahan bakar minyak dan gas (Elpiji); kesiapan tanggap darurat bencana baik bencana alam dan non alam (Pandemi Covid-19).

“Selain itu juga nanti ada persiapan sistem di posko-posko terpadu,” katanya (16/5/2021).

Mengenai kebutuhan pokok masyarakat, Adi mengatakan secara kuantitas berdasarkan laporan dari Bulog, stok beras pemerintah, gula pasir; daging sapi dan kerbau beku aman, dan termasuk minyak kemasan, tepung terigu juga aman.

Kemudian untuk komoditas daging ayam, telur ayam berdasarkan laporan dari Dispeterikan  melaporkan populasi secara riil juga relatif aman.

“Tentunya nanti kita juga akan melakukan kegiatan operasi pasar,” kata Adi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sementara terkait dengan keamanan dan ketertiban khususnya antisipasi penularan Covid-19 pada saat menjelang lebaran, Pemerintah daerah akan bersinergi dengan Polri serta TNI untuk tetap melakukan operasi yustisi secara ketat di pusat-pusat keramaian.

Menurut Adi, yang perlu diwaspadai adalah adanya pasar tumpah karena akan beresiko menimbulkan kerumunan masyarakat. Selain itu juga akan dilakukan operasi penyakit masyarakat (Pekat) di berbagai tempat antara lain di tempat hiburan malam, hotel, dan penginapan.

“Nah ini teman-teman Satpol PP didukung dengan Kepolisian dan TNI nanti kami minta secara ekstra untuk melakukan giat operasi. Untuk yang di pasar tumpah paling tidak disediakan masker dan dijaga social distanchingnya,” tegas, Adi.

Adi menambahkan bahwa, terkait dengan penyekatan bagi para pemudik dari luar kota Pemerintah Daerah sifatnya akan mengikuti kebijakan dari pemerintah pusat melalui Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021.

“Pemerintah Derah akan mendukung apa yang sudah menjadi kebijakan Pemerintah Pusat termasuk langkah-langkah dari pihak Kepolisian untuk melakukan penyekatan,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: