Kabar Terbaru Terkait Bantuan Stimulus Ekonomi Kabupaten Magelang

BNews–MAGELANG– Terkait bantuan stimulus ekonomi kepada pelaku usaha terdampak covid-19 di Kabupaten Magelang akhirnya ada angin segar. Dimana sebelumnya ditunda pencairannya karena pemohonnya melebih perkiraan.

Akhirnya Pemkab Magelang mengeluarkan Surat Edara Bupati Magelang Nomor 9 Tahun 2021 yang terbaru. Dimana ditanda tangani Sekda Magelang pada 20 April 2021 lalu.

Borobudurnews.com berusaha mengkonfirmasi kepada pihak terkait sola SE Bupati Magelang Nomor 9 Tahun 2021 tersebut. Yakni Tentang Pemberian Stimulus Ekonomi Kepada Pelaku Usaha Dalam Rangka Penanganan Dampak Ekonomi Akibat Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Yang Bersumber Dari Anggaran Pendapatan Dan Belanja Daerah Kabupaten Magelang Tahun 2021.

Hal ini dikarenaka terdapat perubahan dari SE sebelumnya pada nominal jumlah bantuan yang akan diberikan kepada pelaku usaha. Baik perseorangan maupun kelompok atau badan usaha.

“Benar ada perubahan dalam jumlah nominal yang diberikan. Yakni bagi perseorangan yang sebelumnya maksimal Rp 10 juta, kini hanya Rp 1 juta. Lalu yang kelompok atau badan usaha sebelumnya maksimal Rp 25 juta, kini hanya Rp 5 juta,” ungkap Kepala Bagian Perekonomian Pemkab Magelang, Nur Rochmad saat ditemui di ruangannya (30/4/2021).

Menurutnya, Pemerintah saat itu mengeluarkan sebuah kebijakan untuk membantu masyarakat. Namun diluar dugaan, untuk program bantuan stimulus ekonomi sangat luar biasa.

“Luar biasa ini seperti misal di Dinas Perdagangan saja proposal yang masuk mencapai 40 ribu sekian lebih, belum dinas lain. Padahal keuangan daerah untuk program ini terbatas, hanya sekitar Rp 34 Miliar,” imbuhnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDURNEWS (KLIK DISINI)

Sehingga, lanjutnya pemerintah tidak mungkin untuk memberikan sesuai apa yang tertera di proposal yang diajukan. “Pada Januari 2021 lalu kita konsultasi kepada BPK di Yogyakarta terkait hal ini karena kemampuna anggaran daerah. Sehingga bisa dikaji lagi, dan mungkin dengan memberikan nominal sedikit itu misal bisa membantu usaha masyarakat jalan kembali,” terangnya.

Nu Rochmad juga mengaku bahwa pihaknya sudah melakukan verifikasi dan validasi ulang dibantu oleh beberapa Pemerintah Desa. Namun untuk validasi tetap di Pemerintah Daerah.

“Jadi kita verval ulang dan input dalam sebuah sistem. Dengan tujuan tidak ada duplikat penerima berdasarkan NIK KTP, atau yang sudah menerima bantuan lain seperti BPUM mungkin tidak dulu; terus dalam satu KK yang hanya dapat satu. Ya asas keadilan tetap diperhatikan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan untuk tahap ini masih terus dilakukan verval dengan sistem. Setelah nanti selesai akan diajukan ke Bupati Magelang untuk disetujui daftar penerimanya.

“Setelah disetujui nanti data penerima akan diserahkan kepada SKPD atau Dinas terkait untuk teknis pengumumannya. Misal mau dihubungi atau dipajang di papan pengumuman juga bisa,” terangnya.

Terkait mekanisme pencairan bantuan, masih sama dengan SE Bupati sebelumya. Yakni melalui Bank Bapas 69 untuk pencairan.

“Sesuai SE Bupati Magelang terbaru, pencairan atau penyaluran akan dilakukan maksimal Tanggal 31 Mei 2021,” tegasnya.

Nur Rochmad juga berharap masyarakat bersabar, karena memang program ini diluar dugaan untuk jumlah pemohonnya. “Masyarakat saya harap bersabar karena memang prosesnya menjadi sedikit lama karena memang luar biasa jumlah pemohonnya,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: