Kasus Kejahatan Terus Meningkat di Masa Pandemi Covid-19

BNews—NASIONAL— Sejumlah kasus kriminalitas mengalami lonjakan pasca wabah Pandemi Covid-19 di Indonesia. Data di Mabes Polri kenaikan kasus kejahatan meningkat hingga hampir 20 persen.

Karopenmas Mabes Polri, Brigjen Pol Argo Yuwono menyatakan peningkatan kriminalitas sebesar 19,72 persen dari masa sebelum pandemi. “Pada Februari ada 17.411 kasus. Di Maret ada 20.845 kasus,” kata Argo beberapa hari lalu.

Argo menyatakan, kasus yang terjadi meliputi kejahatan, pelanggaran, gangguan dan bencana. Dari seluruhnya, ia menyatakan gangguan seperti penemuan mayat dan bunuh diri paling banyak.  Namun, dia tak merinci jumlahnya dan lokasi sebarannya.

Sementara, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus menyatakan di tengah corona kejahatan yang paling banyak terjadi di wilayahnya adalah pencurian, penjambretan dan perampokan minimarket.

“Pelaku kejahatan sekarang sudah jarang membongkar rumah, karena masyarakat sekarang di rumah saja,” kata dia.

Dalam seminggu terakhir, dari pantauan kami atas pemberitaan kriminalitas, terdapat lima kasus perampokan dan pencurian di minimarket wilaya Jabodetabek.

Ketua Bidang Advokasi Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) M. Isnur menilai ada banyak faktor yang menyebabkan kasus kriminalitas selama wabah Covid-19 meningkat. “Perlu dilihat lagi bagaimana keadaan ekonomi yang berkembang terkait dengan keadaan Covid-19,” kata Isnur, Selasa, 21 April 2020.

Isnur mengatakan, selama pandemi Covid-19 telah terjadi pemutusan hubungan kerja dan dirumahkannya para karyawan. Selain itu, pemerintah juga tidak bertanggung jawab dengan tidak memenuhi kebutuhan dasar saat terjadi bencana nasional dan darurat kesehatan masyarakat. “Orang dalam keadaan serba sulit, dibatasi untuk bekerja dan berusaha.”

Kebijakan Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly yang membebaskan narapidana lewat program asimilasi, kata Isnur, juga menjadi salah satu faktor penyebab meningkatnya angka kriminalitas. Namun, hal itu belum bisa disimpulkan terlalu cepat. “Perlu penelusuran lebih lanjut menggali data.” Kata dia. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: