Kasus Stunting Menurun, Namun Posyandu Di Kabupaten Magelang Tetap Dikuatkan

BNews–MAGELANG– Kabar gembira terkait kasus stunting di Kabupaten Magelang yang mengalami penurunan.

Menurut Kepala Dinkes Kabupaten Magelang Retno Indriastusi, dari data PSG (Pemantauan Status Gizi) pada tahun 2017, kasus stunting di Magelang mencapai 35 persen. Sementara kini tersisa sekitar 17 persen.

“Kasus stunting ini menyebar di berbagai wilayah di Kabupaten Magelang. Namun tertinggi di Kecamatan Ngablak,” ungkap Retno Indriastuti (21/4/2021).

Menurut Retno, hal ini lantaran konsumsi ikan di wilayah tersebut belum membudaya. Apalagi dari sisi ketersediaan, ikan masih terbatas.

“Misalnya, di Desa Genikan. Di sana ikan air tawar sulit dipelihara. Sebab suhu udara terlalu dingin. Praktis, mau tidak mau warga jika hendak makan ikan harus mengambil dari wilayah lain. Ini yang menjadi faktor juga. Misal kita mau makan tapi carinya sulit, akhirnya makan seadanya. Walaupun punya duit,” paparnya.

Untuk mengatasi stunting, dari sisi kesehatan pun harus dilakukan pemantauan sejak awal kehidupan. Perhatian terhadap panjang bayi yang baru lahir patut ditingkatkan. Hal ini mengingat selama ini masyarakat cenderung lebih fokus pada berat badan ketika bayi lahir.

Padahal, ujar Retno, panjang bayi laki-laki yang baru lahir seharusnya di atas 48 cm. Sementara bayi perempuan minimal 47 cm.

Apabila ditemukan kasus panjang bayi hanya 45 cm ketika lahir, maka konsumsi proteinnya harus dikebut.

Sementara dari sisi kesehatan itu pantauan stunting dari awal kehidupan. Remaja, kemudian menikah ibu hamil, lahir itu harapannya anak2 panjang badannya diperhatikan.

“Kita  kadang-kadang hanya ditanya berat badan lahir bayi berapa.  Tetapi panjang badan berapa itu tidak diperhatiklan. Cowok harusnya diatas 48 cm, perempuan min 47 cm. itu yg harus diperhatikan. Missal ketemu 45 cm pas lahir, harapnnya pas anak diasuh itu konsumsi proteiinnya dikebut,” ungkapnya.

“Masa prtumbuhan paling tidak sampai 2 tahun, orang tua harus berupaya nututi kekurangan itu,” kata Retno.

“Posyandu juga harus dikuatkan. Karena perannya sangat besar dalam memantau tumbuh kembang anak atau calon anak,” pungkasnya. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: