KEREN !!! Pot Unik Dari Serabut Kelapa Karya Warga DIsabilitas Di Borobudur

BNews–MAGELANG– Pasangan warga difabel di daerah Borobudur Kabupaten Magelang ini tak pantang menyerah di tengah pandemi covid-19. Bahkan mereka ini sedikit mendapat berkah dari bisnis yang digelutinya.

Pasangan tersebut adalah Urip Warsono dan Sri Haryani yang tinggal di RT 6 RW 8 Dusun Bumisegoro Desa Borobudur Kecamatan Borobudur. Mereka membuat sebuah usaha kerajinan unik dari limbah kelapa, bernama “Griya Handycraft Disabilitas”.

Limbah yang dimaksud tersebut adalah serabut kelapa yang disulap menjadi aneka kerajinan dengan nilai jual. Ia mengaku belum lama menggeluti usaha kerajinan tersebut.

“Baru sekitar 2 tahun mas saya dan istri membuat kerajinan dari serabut kelapa ini. Sebelumnya hanya fokus jualan mainan keliling, sekarang kita tambah usaha ini,” katanya saat ditemui dirumahnya oleh wartawan Borobudurnews.com (20/8/2021).

Dari serabut kelapa tersebut, Urip sapaan akrabnya  membuat anekan macam pot tanaman. Mulai dari pot gantung, pot anggrek dan pot tanaman pada umumnya.

Pot unik tersebut sering Ia ikutkan dalam ajang pameran yang digelar beberapa pihak. “Biasanya pameran dari Dinas itu dan terakhir dari Kementrian kemarin produksi saya ini diikuti sertakan dalam pameran. Sehingga semakin banyak yang tahu,” imbuhnya.

 Perlu diketahui, bahwa semua pot milik Urip diproduksi secara manual bersama istrinya. Mulai dari penguraian sabut kelapa hingga pembentukan pot.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Bahan baku sabut kelapa didapat secara cuma-cuma dari tetangga yang bekerja sebagai pemborong kelapa. Dia hanya membeli strimin kawat untuk kerangka, benang sol sepatu untuk menjahit pot, dan kawat untuk pengait.

“Saya ingin memanfaatkan limbah sabut kelapa yang banyak terbuang. Ingin menjadikannya lebih berguna,” ujarnya.

Dikatakan, setiap 10 butir sabut kelapa bisa menghasilkan 20 pot bunga. Untuk proses pembuatannya, mula-mula Urip merendam sabut kelapa lalu memukul-mukul menggunakan kayu.

Tujuannya, agar serbuk sabut kelapa rontok dari serat-seratnya. Selanjutnya, serat sabut kelapa dipilah dan dikeringkan. Setelah itu, dimasukkan ke dalam kerangka strimin kawat, dan dijahit menggunakan benang sol sepatu.

Proses produksi pun selesai, dan pot limbah sabut kelapa siap dijual. “Kalau masukin ke kerangka, cepat. Sepuluh menit bisa jadi,” terangnya.

Namun, Urip mengaku kewalahan karena membuat bahan baku yang jadi serabut kelapa baru menjadi siap pakai. “Ini masih manual, membutuhkan waktu dan tenaga banyak. Seandainya punya mesin pengurai serabut kelapa, alangkah terbantunya pekerjaan kami,” terangnya sambil berandai-andai.

Untuk menjaga kualitas, hasil pot unik serabut kelapa miliknya digunakan sendiri. “Sebelum saya jual, saya uji coba dulu pakai tanaman saya sendiri,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Sembari berjalan menggunakan tongkat, dia pun menunjukkan pot-pot buatannya yang berada di ruang tamu milik rumahnya. Ada berbagai macam bentuk. Mulai dari bulat, setengah lingkaran, kotak, hingga bentuk seperti contong es krim.

Ditanya pemasaran pot sabut kelapa buatannya, Urip mengaku menjual pot-potnya melalui status WhatsApp. Kebanyakan pembeli maupun pemesan berasal dari teman Urip serta koleganya.

Dia juga mengaku sering dibantu promosi oleh Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Kabupaten Magelang.

Selain mengandalkan penjualan dari WhatsApp atau menunggu pesanan, saban minggu Urip juga membuka lapak di Lapangan Soepardi, Sawitan, Kota Mungkid. Dalam sehari, dia bisa menjual lima hingga 10 pot. Harganya mulai dari Rp 25 ribu hingga 30 ribu.

“Pernah dapat pesanan sampai Kalimantan dan beberapa kota di Jawa Tengah. Namun kalau cuman sedikit kasihan yang beli, mahal di ongkos kirimnya. Dan kalau banyak kita juga sesuaikan kemampuan kami,” pungkasnya.

Bagi yang berminat, bisa berkunjung ke gerai yang menjadi rumah juga bagi Urip Marsono ini. Bisa pesan dahulu dan request model serta ukuran.

Atau bisa menghubungi melalui Nomor WhatsApp di link berikut : https://wa.me/081325704547 (KLIK) (bsn)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: