KEREN !! Warga Muntilan Ini Produksi Panahan Dan Jemparing

BNews–MAGELANG– Sebuah sudut rumah di Dusun Ketaron Desa Tamanagung Kecamatan Muntilan ini menjadi sebuah tempat usaha produksi kreatif. Dimana salah satu warganya, Triyono, 43, membuat panahan ataupun jemparingan.

Triyono bersama tiga rekannya ini mulai menekuni pembuatan alat panah ataupun jemparingan, termasuk busur panah sejak tahun 2019 lalu.  Dan kini usaha produksinya bernama Threearch. Dia juga punya komunitas jemparing bernama Bamburuncing Archery Club (BAC) dengan 40 anggota. Dan dibawah KONI Kabupaten Magelang.

Berawal rasa kepingin, dan iseng diposting di media sosial ternyata ada yang membelinya. “Awalnya saya main ke rumah teman dan melihat ada jemparing milik anaknya. Saya melihat dan mencobanya ternyata tertarik. Lalu mencoba membuatnya secara otodidak di rumah,” katanya saat diwawancarai Borobudurnews.com (21/4/2021).

Triyono awalnya membuat empat set jemparingan dengan model pegangan dengan desain sendiri. Kemudian diposting di facebooknya, ternyata ada yang membelinya.

“Langsung ada yang tertarik, dan laku, Kemudian saya menekuninnya dengan mencari tahu model dan jenis panahan atau jemparingan,” imbuhnya.

Setelah itu ada seorang ahli jemparingan yang mengkritik model pegangan jemparingan miliknya yang menggunakan desain sendiri. Ternyata ada jenisnya.

“Kemudian saya mencari tahu, ternyata ada model Jemparingan Yogyakarta dan Solo. Setelah itu saya mengiblat model Yogyakarta untuk produksi alat jemparingan,” ujarnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kini Triyono bersama rekannya membuat tiga jenis panahan. Yakni Berbo, Jemparing, dan Hoserbo. Bahannya ada yang dari bambu ppilihan, Kayu Sonokeling, Kayu Sawo, Kayu Kemuding, Fiber dan Rotan.

“Untuk busur menggunakan jenis kayu sesuai permintaan. Dan bulunya dari Entok dan Kalkun. Bulu ini bagus karena seperti ada lapisannya yang tidak mudah basah,” terangnya.

Untuk harganya, Triyono membandrol sebagai buatan pemula dulu saat ini. Seperti Jemparing dihargani Rp 350 ribu; Horsebo Rp 400 an ribu, Dan Berbo Rp 600 an ribu.

Triyono dengan salah satu calon konsumen saat memperlihakan hasil produksinya
Triyono dengan salah satu calon konsumen saat memperlihakan hasil produksinya

“Itu harga rata-rata, tapi bisa naik tergantung desain dan bahan baku yang diingkinkan. Biasaya yang pesan untuk latihan komunitas, pribadi, wisata ataupun hiasaan di rumah, jadi harga menyesuaikan,” paparnya.

Ia mengaku penjualan masih di sekitar lokalan Jawa Tenga. Seperi Karanganyar, Magelang, dan Yogyakarta.

Selain sebagai salah satu sumber pereknomian, Triyono bergelut dibidang panahan atau jemparingan tersebut tetap ada tujuan lain. “Pertama saya ingin sosialisasi bahwa panahan atau jemparing itu menarik; dan kedua hal tersebut juga sunnah rossul,” tandasnya.

Bagi yang berminat, bisa datang langsung ke rumah produksinya di Ketaron Tamanagung Muntilan. Atau hubungi via WA +62 857-1392-2433. (bsn)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: