Kesenian Rakyat Kuda Lumping Dari Lereng Sumbing Meriahkan Pertunjukan Virtual

BNews–MAGELANG-– Kesenian rakyat dari lereng Gunung Sumbing Magelang ini berhasil menghibur penonton secara virtual dalam pertujukannya di TIC Borobudur kemarin (28/2/2021). Namanya Kuda Lumping Wahyu Satrio Budoyo.

Kesenian keeampat dalam pertunjukan rutin yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Magelang ini berlangsung meriah dengan tetap menetapkan prokes. Kesenian berasal dari Dusun Pengarengan 1 Desa Penggarengan Kecamatan Kaliangkrik Kabupaten Magelang ini tampil penuh energik.

“Ini tombo kangen mas, dan sebagai penyemangat para pemain kesenian kami. Karena hampir satu tahun tidak pentas karena pandemi,” ungkap Suhat Sekerterasi Kelompok Kesenian tersebut.

Ia mengaku, pandemi ini sangat berpengaruh besar bagi para pelaku seni, khususnya para kesenian rakyat. Pasalnya tidak bisa pentas dimanapun berada karena kondisi memang tidak memungkinkan.

“Dan Alhamdulillah Dinas memfasilitasi hal ini sebagai pelampiasan para penari kami. Dan sangat kami apresiasi meskipun tampil secara virtual dengan penonton di rumah. Serta jumlah penari juga terbatas hanya 15 orang saja. Namun kami terima kasih,” imbuhnya.

DPD PKS Magelang Ramadhan

Suhat mengaku, selama pandemi kelompok keseniannya memang benar-benar vakum, baik pentas maupun latihan rutin. “Teman-teman penari ini totoal kemarin vakum mas, mau latihan saja rasanya malas karena tidak tahu kejelasannya kapan bisa pentas. Dan untuk pertunjukan kali ini, kami persiapan latihan lagi selama dua minggu,” paparnya.

Suhat mengaku sebelum pandemi sebenarnya kelompok keseniannya ini sudah ada job di lima tempat berbeda. Namun disayangkan harus dicancel semua karena pandemi.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“Lima tempat sudah booking kami pentas mas, seperti di Salaman, Tempuran, Sawangan dan lainnya. Dan terpaksa dicancel karena pandemi tidak boleh menimbulkan kerumunan,” akunnya.

Ditanya terkait seniman penari yang harus menerapakan prokes saat pentas, Suhat mengaku memang sedikit mengganggu. Pasalnya gerakan, tata rias dan busana keseniannaya berbeda.

“Tadi penari sudah pake faceshield namun banyak yang lepas. Karena memang gerakan penari energik, dan kostumnya yang seperti itu membuat afaceshiled terlepas sendiri,” ujarnya.

Ia berharap pandemi ini lekas hilang dan kembali normal kembali. “Ya semoga lekas membaik dan para seniman dari kesenian rakyat ini bisa pentas. Karena kalau tidak bisa bubar, karena menjaga kekompakan penari, perawatan alat dan lain lain itu tidak mudah,” harapnya.

Perlu diketahui juga, Kesenian Rakyat Kuda Lumping Wahyu Satrio Budoyo merupakan nama dari kelompok kesenian yang berasal dari Desa Pengarengan, Kecamatan Kaliangkrik, Kabupaten Magelang.

Tepatnya dari lereng gunung Sumbing bagian timur.

Kesenian Wahyu Satrio Budoyo berdiri sejak tahun 1997 dengan di ketuai oleh Suyono

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Kesenian ini bergenre tarian kuda kepang atau jaranan, dengan di mainkan oleh kelompok dengan jumlah ± 13 sampai 17 orang selama pandemi.

Kesenian Rakyat  Kuda Lumping Wahyu Satrio Budoyo
Kesenian Rakyat Kuda Lumping Wahyu Satrio Budoyo

Tarian ini menceritakan tentang Prabu Kelana Sewandana yang hendak melamar Dewi Sangga Langit. Namun ketika di tengah perjalanan, Prabu Kelana Sewandana bersama pasukan berkuda di hadang oleh seekor singa raksasa bernana Singa Barong.

Singa barong berniat menghalangi perjalanan Prabu Kelana Sewandana untuk meminang Dewi sangga langit.

Namun Prabu Kelana Sewandana tetap membulatkan tekatnya untuk melamar Dewi Sangga langit.  Terjadilah pertempuran antara Singo Barong dan pasukan Prabu Kelana Sewandana.

Dan ahirnya Singo Barong dapat di kalahkan oleh pasukan Prabu Kelana Sewandana sehingga Prabu Kelana Sewandana berhasil untuk meminang Dewi Sangga Langit. (bsn)

JADWAL KESENIAN RAKYAT MAGELANG RUTIN MINGGUAN (KLIK)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: