Ketika Wiro Sableng-Kera Sakti Turun Tangan Basmi Sampah di Gunung Merapi Merbabu

BNews—JOGJAKARTA— Sebelum pandemi covid-19, setiap musim liburan para pendaki berbondong-bondong melakukan aktivitas mendaki gunung.  Namun, masih ada beberapa pendaki tidak memperdulikan kebersihan lingkungan.

Mereka masih meninggalkan sampah baik di pos pendakian maupun di jalur pendakian. Akibatnya, gunung menjadi kotor karena sampah.

Kondisi tersebut, membuat sekelompok pemuda yang tinggal di wilayah lereng Gunung Merapi prihatin dan membersihkan gunung dari sampah.  

Uniknya, sekelompok pemuda ini membersihkan gunung dari sampah mengenakan kostum superhero dan film laga. Kegiatan membersihkan gunung ini dimulai Lilik Rudiyanto, 29, warga Dusun Srodokan, Desa Wukirsari, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman sejak 2008.

”Hanya refleks saja, tidak ada tujuan tertentu, pokoknya setiap ada sampah saya ambil. Ya biar bersih saja,” Rabu (22/07).

Seiring berjalanya waktu, Lilik bertemu dengan beberapa teman yang juga tinggal di lereng Gunung Merapi daerah Magelang dan Boyolali. Mereka adalah Sulistyo, Wawan Herman, Mardi Santoso, Andrian Januriyanto, M A R Hakim dan Ristyanto. Mereka ternyata memiliki pemikiran serupa.

”Saya dulu naik sama kelompok lain. Tapi saya ajak mengambil sampah responsnya tidak semangat. Terus ya ketemu dengan teman-teman dari Dukun Magelang, Boyolali dan ternyata cocok, sepemikiran,” ungkapnya.

Loading...

Sementara itu, disingung pengenaan kostum, Lilik dan teman-temannya mengenakan kostum dilakukan mulai 2017. Kostum yang digunakan antara lain dari tokoh film kartun Son Goku, tokoh film laga Wiro Sableng, kemudian tokoh Pat Kai dan Kera Sakti.

”Saya yang bikin kostum saya, karena saya kan usaha sablon kaus. Ya, menggunakan sisa-sisa bahan saya jahit sendiri,” jelasnya.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Menurut Lilik, mereka menggunakan kostum untuk menarik perhatian publik sembari menyosialisasikan pelestarian lingkungan. ”Kalau menarik orang jadi memperhatikan apa yang dilakukan. Jadi ini sebagai bentuk sosialisasi pelestarian alam,” ucapnya.

Selain membersihkan sampah, para pemuda ini juga memberikan edukasi kepada para pendaki yang ditemui. Tak hanya itu, para pemuda ini juga selalu membawa bibit tanaman saat melakukan aktivitas bersih gunung. Bibit tanaman diambil dari tempat pembibitan Forum Merapi Merbabu Hijau, mereka tanam di sekitar jalur yang dilewati.

”Kita hanya bawa bibit sekuatnya saja. Jadi itu bibit pohon konservasi, ada jambu, tesek, gayam, pule,” ujarnya. Kegiatan menanam bibit dan bersih gunung ini mereka lakukan di Gunung Merbabu dan Merapi. Dua gunung tersebut dipilih karena dekat dengan tempat tinggal mereka. (han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: