Kisah Cinta Setia Sukarjo dan Sutari Dibawa Hingga Mati

BNews—MUNGKID— Sukarjo dan Sutari sudah menikah lebih dari 40 tahun. Kehidupan keduanya sama seperti keluarga lainnya. Memiliki banyak anak, dan tinggal di sebuah rumah yang cukup nyaman.

 

Namun, siapa sangka, kisah hidup mereka berakhir memilukan. Keduanya meninggal tanpa ada keluarga bahkan anak mereka yang mengetahui. Merasakan sakit sendirian hingga meninggal dan baru diketahui siang tadi (28/1). Diperkirakan keduanya sudah meninggal dua pekan lalu.

 

Sukarjo ditemukan meninggal duduk di kursi tamu. Dibawah kursi terdapat banyak cairan. Diduga kuat, cairan itu keluar saat dia akan meninggal.

 

Sedangkan sang istri ditemukan terbujur kaku di dalam kamar. Di sebuah tempat tidur sederhana di dekat ruang tamu.

 

Setiap harinya, kedua pasangan itu menghabiskan masa tuanya berdua. Di sebuah rumah yang, mungkin, cukup besar untuk dihuni dua orang.

 

Mereka sejatinya memiliki empat orang anak. Satu sudah meninggal dalam proses persalinan beberapa tahun lalu. Sedangkan tiga lainnya berada di luar kota. Solo, Jakarta dan Bogor. Mereka semua bekerja.

 

Hari-hari tua mereka mungkin nampak kesepian. Tak ada canda tawa cucu cucu dan anak-anak. Kehabagiaan mungkin hanya dia rasakan setahun sekali. Saat lebaran.

 

Di masa tuanya, mereka tak banyak bepergian. Menurut tetangga, keduanya keluar rumah mungkin hanya ke pasar. Berdua saja. Seringnya ke masjid juga berdua. “Keduanya rajin ke masjid,” kata Hasan tetangga korban.

 

Namun, belakangan istrinya tak pernah ikut ke masjid. Penyebabnya adalah penyakit stroke yang dideritanya. “Kalau Pak Sukarjo masih aktif ke masjid,” paparnya.

 

Selama sakit, Sukajo merawat istrinya seorang diri. Penuh kasih sayang. Penuh kesabaran. Penyakit stroke sang Istri membuat hidupnya bergantung pada sang suami. “Beliau sangat setia menunggui istrinya selama sakit,” paparnya.

 

Rumahnya yang terpisah dengan rumah-rumah warga lainnya membuat pasangan ini tak banyak terpantau tetangganya. Sekitarnya hanya tempat usaha cucian motor dan toko besi. Sebelahnya lagi sawah.

Hasan, mengaku begitu menyesal. Menurutnya, sejumlah jamaah masjid sempat menanyakan Sukarjo yang dalam dua pekan terakhir tak nampak ke masjid.

”Sebenarnya jamaah masjid sudah menanyakan mengapa Soekardjo tidak pernah lagi ke masjid. Kami menyesal belum sempat menjenguk, korban sudah meninggal,” aku Hasan kecewa.

 

Kini kedua jasad pasutri itu dibawa ke Rumah Sakit Sardjito Jogjakarta untuk keperluan otopsi. Dalam waktu dekat mereka akan dimakamkan. Kemungkinan saling berdekatan. Sedekat cinta mereka selama hidup. (bn1/han)

 

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: