Kisah Horor Bungker Merapi di Magelang: Penampakan Noni Belanda Hingga Hantu Berwajah Hancur

BNews—DUKUN— Sebuah bungker peninggalan Belanda yang terletak di Pos Pengamatan Babadan terkenal angker. Bangunan yang dibangun pada 11 Desember 1931 ini banyak menyimpan cerita mistis.

Tidak sedikit warga dan wisatawan yang menjadi saksi keberadaan makhluk astral di bungker tersebut. Mulai dari sosok noni Belanda, makhluk menyerupai orang hingga hantu berwajah hancur.

Pos Babadan yang dulunya bernama Vulcano Observatory itu letaknya 1.278 di atas permukaan laut. Bangunan termasuk bungker usianya sudah 89 tahun. Kondisinya cukup terawat.

Di bungker yang berjarak 4,4 kilometer dari lereng puncak Merapi itu tidak sembarang orang bisa masuk. Sebab di dalam terdapat sebuah alat yang sangat penting yang berfungsi mengontrol suhu dan kelembabab bungker.

Bungker hanya boleh dibuka saat kalibrasi atau alasan kepentingan lain. Terakhir kali bunker dibuka, saat ada kunjungan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada tanggal 16 Juli 2020.

”Kami tidak bisa membuka bungker jika tidak ada kepentingan penting, karena di dalam bunker ada alat sensor sensitif. Nantinya apabila bungker dibuka akan mempengaruhi standar suhu kelembapan di dalamnya,” kata Petugas Pos PGM Babadan, Yulianto, Kamis (30/7).

Yulianto sudah 28 tahun bekerja memantau Merapi. Sementara dirinya bekerja di Pos Babadan kurang lebih baru 12 tahun. Selama mengabdi di kaki Merapi, banyak peristiwa mistis yang ia alami.

Loading...

Yuli -panggilan karib Yulianto menjelaskan, dirinya pernah melihat langsung sosok makhluk misterius sekitar bungker yang memiliki  lebar 2,5 meter dan tinggi 2,5 meter itu. Ia mengaku ada seorang noni Belanda berparas cantik, berpostur jangkung seperti orang Eropa pada umumnya.

”Saya melihat pas dinas malam dari lantai atas kantor. Saya penasaran dan turun ke sebelah bungker tapi menghilang. Saya ingat tubuh dan pakaiannya seperti gaun serba merah,” kenang dia.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Tidak hanya itu, seorang turis asing yang datang saat itu masuk ke bungker yang memiliki dua lorong sepanjang sembilan meter dan ada lorong kecil 13 meter. Di dalam, turis sang turis yang tidak mengenal Bahasa Jawa tiba-tiba fasih berbahasa Jawa halus.

”Kaget tiba-tiba bisa berbahasa Jawa termasuk tour guidenya. Kami sempat mengobrol,” terangnya.

”Saya tidak tahu apakah dia ketempelan makhluk disini atau apa. Tapi ketika dia keluar bungker, turis Kembali ke bahasa asing. Tidak bisa Bahasa Jawa,” imbuhnya.

Sementara itu, cerita lain datang dari penjaga pos lain bernama Suraji, 49, yang baru bekerja di Pos Babadan Merapi selama kurang lebih dua tahun. ”Dari cerita-cerita orang disini ada sesosok lelaki tinggi besar yang memiliki muka yang buruk rupa. Ia berada di dalam lorong bunker itu,” ucap Suraji.

Suraji mengungkapkan, peristiwa horor yang terjadi di Pos Babadan tidak mengenal waktu. Peristiwa supranatural itu bisa terjadi malam atau siang.

”Biasanya diganggu sosol yang menyerupai orang biasa. Orang yang dikenal,” ungkapnya. Namun demikian, dirinya selalu selalu berdoa kepada Tuhan agar selalu dijaga dan diberi perlindungan-Nya (rur/han)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: