Kota Magelang Bertahan di PPKM Level 4, Ini Penjelasan Resmi dr Aziz

BNews—MAGELANG Angka kesembuhan Covid-19 di Kota Magelang menunjukkan tren positif yang mencapai lebih dari 4.535 orang. Selain itu, upaya penanganan juga semakin baik dengan hasil BOR (bed occupancy rate) di rumah sakit rujukan setempat sudah di bawah angka 70 persen.

Kabar baik ini disampaikankan Walikota Magelang, dr Muchamad Nur Aziz pada Kamis (11/8). Selain itu, dalam kesempatan tersebut ia juga mengungkapkan alasan Kota Magelang terus bertahan di Level 4.

”Angka kematian pasien masih tergolong tinggi di Kota Magelang sehingga masih bertahan di Level 4. Pendudukan di Kota Magelang itu ada 128 ribu jiwa. Misalnya ada lima orang saja meninggal dalam seminggu karena Covid-19, ya sudah, kita langsung Level 4,” kata Aziz.

Diketahui, rekomendasi WHO menetapkan suatu daerah kabupaten/ kota soal situasi Covid-19 di sebuah wilayah terbagi dalam 4 level. Untuk Level 4 adalah situasi di mana terdapat lebih dari 150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, lebih dari 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk dan lebih dari lima kasus meninggal per 100 ribu penduduk.

Sedang PPKM Level 3 artinya kondisi di mana ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk. Sepuluh hingga 30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk dan dua hingga lima kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Aziz menjelaskan, Pemerintah Kota Magelang terus berupaya menangani kasus Covid-19 dengan baik. Selain gencar vaksinasi, pihaknya juga menargetkan tingkat kematian akibat virus itu hingga nol persen, termasuk berupaya agar dapat menurunkan level pandemi.

Sesuai Instruksi Gubernur Jawa Tengah nomor 8 tahun 2021, Kota Magelang masih berada pada pandemi Level 4 bersama dengan 16 kabupaten/ kota lainnya di Jawa Tengah.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DI SINI)

”Kami terus berupaya keras. Tapi, saya harap masyarakat dan juga semua pihak untuk tidak terlena melihat penurunan kasus harian saat ini. Masyarakat tetap patuhi protokol kesehatan dan patuh terhadap kebijakan PPKM Level 4,” ujarnya.

Aziz mengaku sudah melakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran Covid-19 selama PPKM Level 4 ini. Diantaranya  penyekatan RT/ RW, hingga mengoptimalkan penyekatan di jalan raya utama. Penyekatan dinilai mampu mengurangi mobilitas warga.

”Mayoritas pasien yang dirawat di rumah sakit kita itu adalah penduduk luar Magelang. Posisi kita yang berada di tengah-tengah, sehingga perlu dicegah, salah satunya dengan penyekatan,” terangnya.

Dirinya berharap, semua pihak untuk menggencarkan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat agar mengenali tanda-tanda Covid-19 dan langsung melakukan isolasi terpusat. Menurut dia, antara isolasi mandiri di rumah dengan isolasi terpusat, kesembuhan lebih cepat bagi mereka yang menjalani isolasi terpusat.

”Karena kesehatannya dipantau, asupan gizinya, dapat ekstra fooding, sirkulasi udara, dan faktor-faktor lain, yang membuat sembuhnya semakin cepat, dibanding isolasi di rumah,” ujarnya. (ifa/han)

Sumber: Harian Jogja

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

%d blogger menyukai ini: