Kota Magelang Lakukan PPKM, Ini Pembatasan yang Diterapkan

BNews–KOTA MAGELANG– Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mulai dilaksanakan di wilayah Kota Magelang (11/1/2021). Wali Kota Magelang mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor 443.5/01/112  terkait PPKM dengan tujuan untuk pengendalian penyebaran COVID-19 di Kota Magelang.

Sekda Kota Magelang, Joko Budiyono, mengatakan, surat edaran tersebut untuk mengatur Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Magelang. “PPKM akan diberlakukan dari tanggal 11 Januari 2021 sampai dengan tanggal 25 Januari 2021 mendatang,” ujarnya, Senin (11/1/2021).

Dalam surat tersebut, PPKM diberlakukan dari tanggal 11-25 Januari 2021 mendatang. Dan diberlakukan mulai dengan membatasi tempat kerja atau perkantoran; yakni dengan menerapkan WFH sebesar 75 persen dan WFO sebesar 25 persen dengan protokol kesehatan ketat.

Sementara Sektor yang berkaitan kebutuhan pokok masyarakat dan pelayanan ketertiban umum, BBM dan gas, pelayanan kesehatan, perekonomian, keuangan, komunikasi; logistik dan kebutuhan dasar tetap beroperasi 100 persen.

Perusahan swasta atau industri wajib melakukan pengaturan jam kerja atau shift sesuai kebutuhan di tempat kerja masing-masing untuk menghindari kerumunan. Kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara daring.

Surat tersebut juga mengatur pembatasan kegiatan di restoran, rumah makan, kafe, angkringan, PKL dan kegiatan lain yang sejenis. Kegiatan makan atau minum di tempat restoran sebesar 50 persen dari kapasitas semula.

Jam operasional dibatasi di restoran, rumah makan, kafe dan kegiatan lain atau sejenis dibuka sampai pukul 21.00 WIB. Sementara angkringan, PKL dan kegiatan lain sejenis diperbolehkan buka sampai pukul 22.00 WIB.

Loading...
DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

“PKL yang biasa buka pukul 08.00-23.00 WIB dibatasi sampai pukul 22.00 WIB. Karaoke dan tempat hiburan tutup. Fasum di alun-alun kita tutup,” kata Joko.

Selain itu di Daya Tarik Wisata (DTW) sebagai jumlah pengunjung dibatasi maksimal 30 persen dari kapasitas. Jam operasional dibatasi pukul 17.30 WIB.

Operasional di mal dan toko modern juga hanya sampai pukul 19.00 WIB. Kegiatan konstruksi beroperasi 100 persen dan kegiatan di tempat ibadah 50 persen dari kapasitas dengan protokol kesehatan.

Tempat hiburan atau karaoke ditutup sementara. Operasi yustisi akan dilaksanakan secara rutin melibatkan perangkat daerah terkait TNI, Polri, Satpol PP.

Penegakkan prokes di level rumah tangga dengan melibatkan kecamatan, kelurahan, RT/RW, Satgas Jogo Tonggo, Linmas, PKK dan pihak terkait. Tempat tidur ICU dan tempat tidur isolasi ditingkatkan sebesar 30 persen.

Ketersediaan tempat tidur ICU minimal 15 persen tempat tidur untuk COVID-19. Jumlah nakes dikoordinasi sesuai kebutuhan kasus COVID-19 di Kota Magelang.

“Sudah melebihi 30 persen, tadi saya sampaikan kita lihat situasi, kalau perlu tambah lagi, kita tambah lagi,” pungkasnya. (*)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: