Kreatifitas Menjadi Upaya Pengrajin Sendal Kulit Untuk Bertahan

BNews–JOGJA– Pandemi Covid-19 telah membawa dampak yang begitu besar bagi kehidupan masyarakat Indonesia atau pun dunia. Terutama dalam hal perekonomian.

Seperti yang dialami oleh Haryanto owner dari Surya Production yang belakangan ini mengalami penurunan hasil penjualan dari usaha yang dijalaninya. Yaitu usaha sendal kulit yang digelutinya di daerah Mergansan Yogyakarta.

Penurunan hasil penjualan ini terjadi karena berkurangnya daya beli masyarakat, namun hal ini tidak membuat dirinya berdiam diri saja. Momen ini justru dianggapnya untuk menguji mental para pengusaha sekaligus tantangan supaya bisa membuat strategi baru.

Haryanto sudah melakukan berbagai cara agar usahanya bisa bertahan. Mulai dari menerapkan sistem bekerja dari rumah sampai mengurangi karyawan; memotong upah pekerja dan menunda membayar upah pekerja.

Walaupun dinilai tidak etis, tetapi dengan cara seperti inilah usaha diharapkan tetap berjalan.

Hal lain yang bisa dilakukan untuk meningkatkan pendapatan pada saat Covid-19 yaitu dengan melakukan strategi baru. Seperti promosi di media sosial atau jual online dan memberikan penawaran harga yang menarik seperti paket beli lima gratis satu.

Dimasa pandemi Covid-19, tak sedikit pengusaha yang mengandalkan media sosial sebagai tempat untuk pemasaran produknya. Namun, untuk berhasil dalam menjual menggunakan media yang ada tidak gampang, apalagi dalam skala yang kecil.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (KLIK DISINI)

Hal itu terkait dengan literas dan skala usaha. “Kadang-kadang kalau sudah masuk keperdagangan yang skalanya sudah nasional. Mereka tidak bisa mengelolanya, seperti menyiapkan stok barang, karena tenaga kerjanya sedikit,” kata Harianto.

Harianto juga mencontohkan, saat permintaan banyak, maka mereka akan sulit menyediakan barangnya karena terbatasnya tenaga kerja. Mereka juga akan sulit untuk mengekspansi usahanya, terutama yang usahanya sangat kecil, tapi ada juga yang bisa bertahan.

Oleh karena itu, UMKM kita harus inovatif agar bisa beradaptasi dengan kondisi yang ada, baik dari segi produk maupun cara pemasarannya. Usaha yang tidak menggunakan media sosial, maka harus menggunakan media.

“Jadi, intinya jika berusaha harus inovatif,” pungkasnya.

Penulis : Etliana Wiliam Setiawan Suju

Dari : Mahasiswa Program Studi Manajemen Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa (UST) Yogyakarta.

About The Author

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

error: Content is protected !!