Lab Seni Unimma Magelang Jadi Wadah Kreatifitas Mahasiswa PGSD

BNews—MERTOYUDAN— Dijadikannya seni sebagai salah satu mata pelajaran (mapel) dalam kegiatan pendidikan karena menawarkan ’sesuatu’ yang tidak dapat dipenuhi oleh mapel lain. Sesuatu tersebut adalah ’pengalaman estetik’.

Sebagaimana dikutip Depdiknas di tahun 2006 (kini Kemendikbud), pendidikan seni diberikan di sekolah karena keunikan, kebermaknaan dan kebermanfaatan terhadap kebutuhan perkembangan peserta didik. Yang terletak pada pemberian pengalaman estetik dalam bentuk kegiatan berekspresi/ berkreasi dan berapresiasi melalui pendekatan: belajar dengan seni, belajar melalui seni dan belajar tentang seni. Peran ini tidak dapat diberikan oleh mata pelajaran lain.

Dengan adanya pendidikan seni di sekolah dasar akan banyak sekali manfaat untuk pengembangan atau pola pikir pada peserta didik. Selain itu, pendidikan seni juga memberikan keseimbangan otak kanan dan otak kiri pada peserta didik karena seni memberi kesempatan untuk berkreasi, menciptakan sesuatu yang berunsurkan keindahan.

Seni diungkapkan dalam bentuk visualisasi karya. Dalam hal ini, banyak faktor yang menghambat peserta didik untuk masuk ke dunia seni. Salah satu faktornya adalah biaya yang mungkin terbilang mahal. Tetapi dengan adanya pendidikan seni di sekolah, orang tua tidak perlu memikirkan hal tersebut.

Banyaknya mahasiswa PGSD Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA) yang memiliki antusias dalam bidang seni; baik seni rupa, seni musik maupun seni tari. PGSD UNIMMA berkeinginan supaya kreatifitas mahasiswa maupun dosen dapat terealisasikan dan dijadikan sebuah hasil yang bisa dinikmati semua orang terutama dalam dunia pendidikan.

Berawal dari kebutuhan mahasiswa yang perlu diakomodir, yakni sarana dan prasaran terkait pengembangan seni dan pembelajaran seni berbasis multiple intelligence. Prodi PGSD UNIMMA memberikan pelayan dengan membangun laboratorium seni sendiri. Bentuk pelayanan ini berupa peminjaman peralatan dan ruang kelas.

”Ide pembangunan atau pembangunan laboratorium seni PGSD UNIMMA. Berawal dari Kaprodi PGSD Bapak Ari Suryawan, M.Pd diakhir tahun 2019 dan diawal 2020 kita sudah membeli ataupun menyiapkan perangkat serta perlengkapannya,” tutur Kepala Laboratorium Seni PGSD UNIMMA Agristo Bintang MPd, Sabtu (1/8).

Loading...

Agristo menjelaskan, tujuan dari laboratorium seni ini adalah memberikan pelayanan kepada mahasiswa. Utamanya terkait kebutuhan perkuliahan seni dan juga kerja sama mitra sekolah untuk memberikan fasilitas dan pelayanan kepada mitra terkait pembelajaran seni.

DOWNLOAD APLIKASI BOROBUDUR NEWS (Klik di sini)

Mitra sekolah dapat meminjam perlengkapan maupun peralatan yang ada didalam laboratorium seni dengan mekanisme ataupun prosedur yang sudah dibuat. ”Fungsi laboratorium seni ini sebagai ruang kreatifitas mahasiswa dan mitra serta dosen-dosen dari UNIMMA,” jelasnya.

Terkait perkuliahan dilakukan sedikit berbeda dibanding tahun sebelumnya. Perkuliahan di laboratorium ini dikhususkan untuk perkuliahan seni, baik itu kuliah seni rupa, seni musik ataupun seni tari.

”Jadi pembelajaran berbasis multiple intelligence yang terkait dengan seni diadakan di laboratorium seni tersebut,” terangnya.

Dalam perkuliahan seni setiap semesternya memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berkarya yang pada akhirnya menjadikan sebuah karya yang nyata. Yang disajikan dalam pameran ataupun pementasan setiap akhir semester sebagai penilaian maupun sebagai apresiasi terhadap karya yang dihasilkan mahasiswa.

Sesuai dengan visi UNIMMA yang salah satunya Islami, laboratorium ini tetap menjunjung tinggi asas tersebut. Walau seni terbilang liar dan tidak terbatas tetapi disini harus mematuhi kaidah-kaidah Islami.

”Tetapi kreatifitas dari mahasiswa tetap diapresiasi terutama dari hasil karya mahasiswa seperti lukisan, kriya, lagu maupun pentas tari yang diciptakan oleh mahasiswa dari PGSD UNIMMA,” imbuh dia.

Dengan adanya ini, UNIMMA memiliki Prodi PGSD pertama di Indonesia yang memiliki laboratorium berbasis multiple intelligence dan juga laboratorium seni. Sehingga menjadi Prodi PGSD yang mampu mengembangkan kreatifitas mahasiswa, dosen maupun mitra sekolah. (*/han)

Penulis: Arif Khoirudin (Mahasiswa Semester 6 Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Magelang)

Kaos Deglang

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: