Lagi, Tiga Maling Dibekuk Polres Temanggung

BNews–TEMANGGUNG- Polres Temanggung kembali mengungkap kasus pencurian di masa Pandemi Covid-19. Tiga orang pelaku pencurian ternak dan satu orang penadah berhasil dibekuk polisi.

Kapolres Temanggung AKBP Muhammad Ali mengatakan kasus pencurian tersebut terjadi di Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak pada 5 Maret 2020 lalu. “Kita amankan empat tersangka yakni KM, 36, warga Kandangan, SN, 43, warga Kandangan, dan R (18) warga Gemawang. Serta seorang penadah hasil curian SB, 48, warga Kedu,” katanya (29/4/2020).

Keempat pelaku ini sudah digelandang ke Mako Polres Temanggung. “Dua tersangka adalah residivis dan dua tersangka lainnya adalah pemain baru dalam kasus ini,”imbuhnya.

Keberhasilan petugas ini setelah korban Ruwadi warga Desa Wonokerso Kecamatan Tembarak melaporkan kejadian ini ke Polsek Tembarak. Dari laporan tersebut kemudian polisi melakukan pengembangan dan penyelidikan.

“Awalnya petugas kami memang sedikit mengalami kesulitan. Namun setelah mengambil rekaman dari sejumlah CCTV di daerah itu akhirnya identitas pelaku bisa terungkap,” tuturnya.

Kapolres menerangkan untuk kronologis kejadian pada hari Kamis (5/3) sekitar pukul 02.30 wib. DImana Sutini (istri korban) yang sedang membuat susu kedelai pada saat itu mendengar suara gaduh di kandang kambingnya.

Kemudian ia berusaha untuk mendatangi ternyata gembok kandang sudah posisi terbuka,dan setelah dicek ada 16 kambingnya hilang.


“Modus operandi para pelaku merusak gembok kandang dan mengambil kambing kemudian diangkut dengan mobil bak terbuka. 16 kambing milik korban berhasil digondol oleh kawanan ini,” terangnya.

Menurutnya, dari hasil penyelidikan akhirnya petugas mengantongi nama-nama pelaku pencurian tersebut. Setelah pencuri berhasil ditangkap dalam waktu yang tidak lama penadah juga berhasil dibekuk.


“Mereka ini sudah lihai dalam pencurian hewan ternak, kambing hasil curiannya langsung dijual ke penadah,” terangnya.
Polisi menyita barang bukti berupa sebuah mobil Grand Max Super sebagai sarana untuk mencuri, 23 tali berwarna cokelat, kemudian sarung dan topi yang digunakan saat melakukan pencurian.

“Karena terbukti melakukan tindak mereka kita jerat Pasal 636 KUHP. Hal ini tentang pencurian dengan pemberatan ancaman hukuman maksimal 7 tahun,” ungkapnya.


Ia menyebutkan tersangka KM merupakan residivis kasus pencurian di Desa Sanden Kecamatan Jumo tahun 2014. Sedangkan tersangka SB merupakan residivis kasus pencurian di Desa Mranggen Kecamatan Parakan.


“Meskipun residivis, namun mereka ini bukan tahanan yang baru keluar atau tahanan asimilasi. Mereka keluar dari rumah tahanan akhir 2019 lalu,” pungkasnya. (her/wan)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

error: Content is protected !!
%d blogger menyukai ini: